January 21, 2017

"Enjoy Your Life"

ceritanya tadi lagi browsing, terus ga sengaja buka link kuis dengan judul "seberapa parah kadar stres kamu?" wahhh, ngeliat judulnya bikin saya tertarik dan penasaran.

seberapa parah kadar stresku? hah!! hahahaha!! tentu saya tidak mudah percaya dengan kuis2 begituan 😒

mana hasilnya kaya gini lagi..



hmm... yaa.. gimana yaaa... kecewa sihh, kecewa banget malahh hufftt 🔥tapi... hmm....
kayanya hasil tuh kuis ga salah juga 😏 lagian kuisnya menghibur gue kok. gue langsung senyum pas lihat hasilnya hahahahaa... lumayann, hilang deh 1 stresnya 😉

gue gamau cerita panjang × lebar × tinggi, soalnya gue tau ujung2nya yg ada gue malah ngeluh ini, ngeluh itu„ ga ada gunanya... *ciyee bijak syekalee* disini gue cuma mau nyampein intropeksi diri itu penting banget, apalagi mengakui kesalahan dan kelemahan kita. emang sulit sihh, terasa sulit awalnya... tapi, ada yang bilang mengakui kesalahan adalah awal dari perbaikan diri. 

btw, gue bukan mau nasihatin siapapun, ini cara gue curhat tapi ga terkesan ngeluh hehehe... hebat kan gue? 🙈🙉 dan gue sebenarnya malah lagi sangat butuh nasihat ~tapi entah kenapa rasanya kok gue jarang banget yaa dinasihatin orang😒

ada 2 kemungkinan; (1) ga ada yang peduli (2) tampang gue seperti pembangkang, makanya ga ada yg berani nasihatin gue.

ntahlah.. hidup ga usah dipikiri kali lahh. jalani ajaa. kalo kata Virzha "enjoy your life!" wkwkwk💃


January 1, 2017

Letting Go


sometimes you let go of people without even noticing.

you stop thinking about them everyday.
you stop waiting them to reply to you.
you stop allowing them to take up so much space in your life.

you move on.

you go about your day without worrying about them.
you stop expecting them to come back with an apology.
you accept that they are no longer a part of your life.


you just let them go,
as simple as that.

now I'm giving up on people, and I'll start to love & value myself first

December 11, 2016

Gwaenchanha


To my fears and my pride
To them I say goodbye👋
I close my eyes and pray the wind will take me far away
Far awayy!!!👊💨

So I leave it all behind🚀
Now I'm resting in the world where there’s no ties, no rules🌠🌎
In this golden field of dreams
I know I’m in a place where I can breathe

I can breathe!🙌
Oh I can breathe👏
I'm so okay, because I can breathe👌
HAHAHAHAHAA💫

November 18, 2016

Michige bogo sipeun saram~


The person I keep thinking of..
The person who keeps getting clearer
It’s you

I close my eyes but I still think of you
I don’t know since when
But you’re not leaving my head

The person I miss right now..
The person who makes me nervous
It’s only you



October 31, 2016

Struggle


On a crowded evening bus
When I rest my head and sit
As I close my eyes and listen to music
I say hello to the end of a day

People I don’t like
People I like
I had to see them with a smile today

Days I had to quietly swallow my tears
That fell without me knowing
Between all these busy people
Am I worrying too much?

Advice mixed with sighs
Words without expectations
Very small hopes
I tried to smile and comfort myself
I tell myself, good job
On my way home


You’re doing so well, you're precious person
You’re a pretty person


On top of my faded path
Even if everyone shakes their heads
I can do well, I comfort myself
Have a little more strength


You’re doing so well, you're precious person
You’re a pretty person




September 6, 2016

Belajar 5 Prinsip Hidup Dari Sebuah Pensil


Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. "Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini, yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar nenek.

Mendengar perkataan nenek, si cucu kemudian melihat pensil tersebebut dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang neneknya pakai.

"Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." ucap si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.


Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya.

Kualitas ke-dua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik.

Kualitas ke-tiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

Kualitas ke-empat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.

Kualitas ke-lima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan.

August 11, 2016

Kisah Ular dan Gergaji


Alkisah, seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu di sore hari. Tukang kayu biasa membiarkan sebagian peralatan kerjanya masih berserakan dan tidak merapikannya.
Nah ketika ular itu berjalan kesana kemari di dalam gudang, tanpa sengaja ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji, menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.

Serangan itu menyebabkan luka parah di bagian mulut ular. Marah dan putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ia pun membelit kuat gergaji itu. Maka tubuhnya terluka amat parah dan akhirnya ia pun mati..

Renungan:
"Kadangkala, di saat kita marah, kita ingin melukai orang lain. Tapi sesungguhnya tanpa disadari, yang terluka justru diri kita sendiri."
Mari, kita sama-sama belajar untuk tidak marah (atau setidaknya mampu meredakan amarah) terhadap situasi buruk yang kita alami. 😃


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...