August 11, 2016

Kisah Ular dan Gergaji


Alkisah, seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu di sore hari. Tukang kayu biasa membiarkan sebagian peralatan kerjanya masih berserakan dan tidak merapikannya.
Nah ketika ular itu berjalan kesana kemari di dalam gudang, tanpa sengaja ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji, menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.

Serangan itu menyebabkan luka parah di bagian mulut ular. Marah dan putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ia pun membelit kuat gergaji itu. Maka tubuhnya terluka amat parah dan akhirnya ia pun mati..

Renungan:
"Kadangkala, di saat kita marah, kita ingin melukai orang lain. Tapi sesungguhnya tanpa disadari, yang terluka justru diri kita sendiri."
Mari, kita sama-sama belajar untuk tidak marah (atau setidaknya mampu meredakan amarah) terhadap situasi buruk yang kita alami. ๐Ÿ˜ƒ


July 4, 2016

๋‚ด ์‚ฌ๋ž‘์•„ (My Love)


When the rain falls out the window, the hidden memories drench my heart
The person I thought I forgot clearly floats up in my head instead

My love, my love, my love who I long for
My love, who I call out as loud as I can but can’t hear me
My love, my love, my love that I miss
Just your name alone cuts me, my painful love, my love

When the darkness comes out the window
The hidden memories light up my heart

My love, my love,  love I am grateful for
My love, that stays even if I erase everything
My love, my love, my precious love
I will cherish you until my breath runs out, my love, my love


June 23, 2016

Hujan Hijau

kubuka mataku karena mendengar suara jam.
hari terasa baru namun ternyata sama saja.
sehingga tanpa memikirkan apapun, aku hanya pergi seperti biasanya ke tempat yg sama setiap hari.
tapi di sebelah sana ada tempat yg belum pernah kudatangi.
itu besar dan tinggi, bahkan untuk membayangkannya saja aku belum pernah. ׄ×
tapi aku ingin memanjat dinding itu! :D

angin bilang padaku dunia ini kasar.
tapi jika hanya tetap seperti ini, aku pikir semuanya akan baik-baik saja.
ada begitu banyak pertanyaan di kepalaku. >_<°
siapa yg bisa menjawabnya? aku menunggu tiada henti. T^T
namun satu-satunya yg dapat menjawab pertanyaan itu hanyalah diriku sendiri. :'D

saat kita salah mengambil jalan atau mendapati rintangan, dan kita berhenti, lalu apa yg seharusnya kita lakukan?
saat kita berhasil melewati jalan itu, wajah seperti apa yg akan kita miliki?


ku ingin sembunyikan hatiku yg sedikit gugup ini...
dan aku ingin menggenggam erat tanganmu sambil berlari.
kita akan jadi lebih segar di hujan hijau yg lebat ini. ~
aku biasanya kekanakan.. biasanya tidak dewasa..
namun kau adalah alasan mengapa aku menjadi dewasa, karena matamu yg percaya padaku.
satu senyumanmu, sudah cukup bagiku. :)



May 25, 2016

Ginting dan Penjual Es Dawet


Ginting, seorang asal Medan yg agak tuli, baru pertama kali ke Jogja. Suatu hari ia ingin sekali minum minuman khas daerah Jogja, yaitu es dawet (cendol).

Ginting: "Mbak, beli dawetnya."
Mbak : "Sampun telas, mas."
Ginting: "Iya dong, tampung di gelas ya Mbak ..."
Mbak : "Mboten wonten, mas."
Ginting: "Betul, memang saya suka pake santen..."
Mbak : ......"Ojo ngono, mas."
Ginting: "Aku sudah tau Mbak, yg ijo-ijo itu kan? Di Jakarta, namanya cendol!" Mbak : (agak kesal) "Kowe sinting ya?"
Ginting: "Lho!? Kok Mbak bisa tau namaku Ginting...?"
Mbak : (tambah kesal) "Wong edan!"
Ginting: "Wah .. Mbak hebat sekali! Saya memang orang Medan!"
Mbak : (mulai menggerutu) "Ora duwe otak!"
Ginting: "Benar ... benar, Mbak!! Saya orang Batak! Ha..ha..ha... Horas!"
Mbak : (stres) "Dasar budeg!!!"
Ginting: "Yang aku pesan dawet Mbak... bukan gudeg!"
Mbak : *meledak*



April 30, 2016

I Smile, Don't Cry :)

hai... apa kabar? sehat kan? pasti sehat ^^

heumm, waktu berjalan cepat sekali, ya. menurutku sih begitu, bagaimana menurutmu? oke, sepertinya aku tidak butuh pendapatmu. karena disini aku yang mau curhat! kau! disini kau cuma pembaca! tugasmu ya hanya membaca saja! jangan banyak berpikir dan... eh,... maaf aku terbawa suasana.

akhir-akhir ini aku hanya merasa sepertinya waktu cepat sekali berjalan. ternyata sudah 17 tahun lebih beberapa bulan aku di dunia ini. seperti mimpi, tak kusangka aku sudah sebesar dan SETUA iniii !!! huaaa, aku ingin dilahirkan kembaliii T^T umur sudah sebanyak itu, artinya sudah harus memikirkan masa depan. tapi aku merasa lebih banyak berpikir daripada bertindaknya *ups! ๐Ÿ˜ช oke stop, ini bukan saatnya untuk stres lagi. aku sudah punya rancangan masa depanku kok, santai azzaaa... hidup jangan diberat-beratkan. kita hidup untuk hari ini saja sudah cukup. jangan suka mengeluh. bukan begitu?

hey kau pembaca! kenapa diam saja?!
jawab iya! atau setidaknya anggukkan kepalamu! -_- tidak bisakah sedikit saja kau berpura-pura menghargaiku. huh, aku terbawa suasana lagi kan jadinya.

baiklah, akan kulanjutkan. sudah sampai dimana tadi? oke, aku pikir tadi itu sudah sampai ke intinya. lain waktu mungkin akan kuceritakan yang lebih menarik lagi.

sampai jumpa,
dan
selamat menikmati...
kebingunganmu sendiri

HA๐Ÿ‘ฟHA๐Ÿ‘ฟHA๐Ÿ‘ฟHA๐Ÿ‘ฟHA๐Ÿ‘ฟ uhuk, maaf terbawa suasana.๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ




February 17, 2016

Hanya Isyarat


"Aku jatuh cinta pada seseorang yang bahkan sampai hari ini pun aku tak tahu warna matanya."

"Aku, yang merasakan apa yang kau rasakan. Yang mendamba untuk mengalami. Aku, yang telah menuliskan surat-surat cinta padamu. Surat-surat yang tak pernah sampai."

"Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali."

"... karena cinta adalah mengalami."

"Kadang-kadang, pilihan terbaik adalah menerima."

"Tuhan, jika nanti aku jatuh cinta pada cinta yang baik, jatuhkan aku sejatuh-jatuhnya."

"... dan usai tangis ini, aku akan berjanji. Untuk diam, duduk di tempatku. Menanti seseorang yang biasa saja."

(Quotes by: Dewi Lestari)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...