November 20, 2014
Hebatnya Huruf T
Tatkala Temperatur Terik Terbakar Terus,
Tukang Tempe Tetap Tabah, "Tempe-tempe", Teriaknya.
Ternyata Teriakan Tukang Tempe Tadi Terdengar Tukang Tahu,
Terpaksa Teriakannya Tambah Tinggi, "Tahu…Tahu...Tahu…!"
"Tempenya Terbaik, Tempenya Terenak, Tempenya Terkenal!!", Timpal Tukang Tempe.
Tukang Tahu Tidak Terima, "Tempenya Tengik, Tempenya Tawar, Tempenya Terjelek….!"
Tukang Tempe Tertegun, Terhenyak, "Teplakkk!!" Tamparannya Tepat Terkena Tukang Tahu.
Tapi Tukang Tahu Tidak Terkalahkan, Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tungkai Tukang Tempe.
Tukang Tempe Terjengkang Tumbang Tapi Terus Tegak, Tatapannya Terhunus Tajam Terhadap Tukang Tahu.
Tetapi, Tukang Tahu Tidak Terpengaruh Tatapan Tajam Tukang Tempe Tersebut.
"Tidak Takut!!" Tantang Tukang Tahu.
Tidak Ternyana Tangan Tukang Tempe Terkepal, Tinjunya Terarah, Terus Tonjokkannya Tepat Terkena Tukang Tahu, Tak Terelakkan.
Tujuh Tempat Terkena Tinjunya, Tonjokan Terakhir Tepat Terkena Telak.
Tukang Tahu Terjerembab.
"Tolong.. Tolong.. Tolong..!", Teriaknya Terdengar Tinggi.
Tanpa Tunda Tempo, Tukang Tempe Teruskan Teriakannya, "Tempe..Tempe..Tempe..!"
Tapi Terus Terdengar Tembakan.
Tukang Tempepun Tertembak Tentara Teroris. Teretetetetetetetetetetetetetetetetet!!!
Tukang Tempe Terkapar Tertembak.
Tukang Tahupun Tertawa Terbahakbahak..
Teletai Teritanya..Tapek Tauuuuukkkkkkkkk!!!
October 31, 2014
Ntah
Gak tau mau ngepos apa.
Segini dulu.
Bye.
:D
Segini dulu.
Bye.
:D
September 7, 2014
Father's Love
Once there was a child who was so tired of taking care of his father who is very weak because of his incurable disease. So he carried his father on his back to the most corner of
the forest to mislead or misguide him.
On their way to the forest, he was wondering why does his father cut every branch of the
trees that they pass by.
So he asked his father, "Father, what are you doing? Why are you cutting those
branches?"
And so his father replied, "Son, I cut those branches for you to have signs, so you will easily find your way out here, your way home."
August 25, 2014
Don't Judge By Its Cover
Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, “Guru, saya
tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat
sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat
diperlukan, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan
lain?”
Sang guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari
salah satu jarinya lalu berkata, “Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi
terlebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke
pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?”
Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu.
“Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.”
“Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.”
Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu
kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada
yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping
emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja pemuda itu tak
berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan
Zun-Nun dan melapor, “Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu
keping perak.”
Zun-Nun sambil tetap tersenyum arif berkata, “Sekarang
pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada
pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja
bagaimana ia memberikan penilaian.”
Pemuda itu bergegas pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali
kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, “Guru,
ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini.
Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin
ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di
pasar.”
Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, “Itulah
jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari
pakaiannya. Hanya ‘para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar’ yang menilai
demikian. Namun tidak bagi ‘pedagang emas’.”
August 2, 2014
Waktu
Seorang pria muda bernama Jack belajar apa yang paling
penting dalam kehidupan dari tetangganya.
Karena karir dan keuangan yg menghadang, membuat Jack jatuh
dalam kehidupan yg sibuk sampai terkadang tidak ada waktu untuk bersama
keluarganya. Ambisi Jack sangat besar untuk mencari uang dan mengejar karir
sampai ia harus berkelana keluar negeri.
Melalui telepon, ibunya berkata kepadanya, “Tetangga kita
Mr. Belser meninggal semalam, pemakamannya akan dilaksanakan pada hari Rabu.”
Kenangan terlintas di benaknya saat ia duduk diam mengingat
hari masa kecilnya.
“Jack, kau dengar Ibu?”
“Oh, maaf, Bu. Ya, saya dengar. Tapi jujur saya pikir dia
meninggal tahun lalu.”
“Mr. Belser selalu teringat kamu setiap melihat Ibu, ia
selalu tertawa dan bertanya bagaimana kabar kamu.” kata ibu.
“Saya sangat mencintai rumah tua Mr. Belser itu, saya ingat
selalu bermain disana sewaktu saya kecil, dia mengajari saya banyak hal, juga
cara memahat patung. Ibu, saya akan segera pulang kesana hari selasa untuk
menghadiri pemakamannya.” kata Jack.
Walaupun sibuk, namun Jack menepati janjinya untuk pulang. Pemakaman
Mr. Belser sangat kecil dan sederhana. Dia tidak memiliki anak, dan sebagian
besar keluarganya sudah meninggal. Malam sebelum pemakaman, Jack harus kembali
ke rumah, Jack dan Ibu nya mampir untuk melihat rumah tua sebelah milik Mr.
Belser sekali lagi.
Berdiri di ambang pintu, Jack berhenti sejenak. Rasanya
seperti menyeberang ke dimensi lain, suatu lompatan melalui ruang dan waktu.
Rumah tua tersebut terlihat seperti 20 tahun silam, masih bagus dan rapi persis
seperti yang dia ingat. Setiap langkah kenangan. Setiap gambar, setiap furnitur…
Jack tiba-tiba berhenti sejenak.
“Ada apa, Jack?” tanya ibunya.
“Kotak itu lenyap.” katanya.
“Kotak apa?”
“Ada sebuah kotak emas kecil yang ia terus terkunci di atas
meja, aku sudah bertanya seribu kali apa yang ada di dalam kotak itu, tetapi
Mr. Belser tidak pernah memberi tahu apa isinya, ia hanya bilang sebuah benda
yang sangat berharga untuk dirinya.” kata Jack.
Jack menduga seseorang dari keluarga Belser telah mengambilnya.
“Sekarang aku tidak akan pernah tahu apa isi kotak emas yang
begitu berharga baginya itu.” kata Jack.
Waktu berlalu, sudah sekitar dua minggu sejak Mr. Belser
meninggal dan Jack sudah kembali ke negara dimana ia bekerja, lalu sepulangnya
dari kerja, Jack menemukan sebuah paket di kotak suratnya. Lalu ia membuka paket tersebut dan tenyata nampaklah
sebuah kotak kecil emas yang terlihat sudah tua dan secarik kertas bertuliskan
dari Mr. Belser. Tangan Jack bergetar saat ia membaca surat di dalamnya.
Isi surat Mr. Belser: “Setelah kematian saya, tolong berikan
surat dan kotak emas ini kepada Jack, anak dari tetangga saya selama ini yg
amat saya sayangi seperti anak saya sendiri. Ini adalah hal yang paling
berharga dalam hidupku.”
Lalu sebuah kunci tertempel di bawah surat tersebut,
sementara air mata memenuhi matanya, dengan hati-hati Jack membuka kotak tua
emas tersebut. Di dalamnya ia menemukan sebuah arloji saku emas yang sangat
indah dan terlampir 1 kertas kecil yg bertuliskan: “Jack, Terima kasih atas
waktumu. Dari: Mr. Belser”
Jack termenung dan menatap arloji tersebut dan berfikir “Berarti
selama ini dari saya kecil, ternyata yang Mr. Belser bilang sesuatu yg paling
berharga adalah waktu saya.” Air mata mengalir deras di mata Jack.
Jack kemudian menelepon kantor dan menunda segala meeting
dan kerjaan selama dua hari berikutnya. “Ada apa?”Janet, asistennya bertanya.
“Saya perlu menghabiskan waktu dengan anak saya.” kata Jack.
“Oh, omong-omong, Janet, terima kasih atas waktu Anda!” sambungnya lagi.
Pikirkan tentang hal ini. Anda mungkin tidak menyadari bahwa ada orang yang memerlukan waktu Anda, tetapi inilah yang sesungguhnya.
1. Minimal 5 orang di dunia ini sangat mencintai Anda dan mereka rela mati untuk Anda.2. Setidaknya 15 orang di dunia ini mencintai Anda dalam beberapa cara.3. Senyum dari Anda dapat membawa kebahagiaan untuk siapapun, bahkan jika mereka tidak menyukai Anda.4. Setiap malam, seseorang berpikir tentang Anda sebelum mereka pergi tidur.5. Anda adalah orang spesial untuk orang tersebut.6. Anda di dunia untuk seseorang.7. Seseorang mengasihi Anda walau Anda tidak tahu.8. Selalu ingat pujian yang anda terima. Lupakan tentang komentar kasar.9. Jika anda memiliki teman baik dan keluarga yg Anda cintai, luangkanlah waktu Anda untuk mereka.10. Bila Anda berpikir Anda tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan, Anda mungkin tidak akan mendapatkannya. Tetapi jika Anda mempercayai Allah untuk melakukan yang terbaik dan menunggu waktu-Nya, cepat atau lambat, maka Anda akan mendapatkannya atau bahkan sesuatu yang lebih baik.11. Bila Anda berpikir dunia telah berbalik pada Anda, lihat dan pikirkan lagi—kemungkinan besar justru Anda-lah yang berbalik pada dunia.
July 31, 2014
Petani Miskin dan Seekor Kuda Putih

Ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang
sangat cantik dan gagah. Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan
menawarkan harga yang sangat tinggi. Sayang, si petani miskin itu tidak
menjualnya. Teman-temannya menyayangkan & mengejek dia karena tidak menjual
kudanya itu.
Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandangnya. Maka
teman-temannya berkata, “Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin dijual,
kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang.” Si petani miskin hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor
kuda lainnya. Lalu teman-temannya berkata, “Wah, beruntung sekali nasibmu. Ternyata
kudamu membawa keberuntungan.” Si petani hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih
kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah. Teman-temannya berkata, “Rupanya
kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.” Si petani
tetap diam tanpa komentar.
Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua
anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak
bisa berjalan. Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis, “Beruntung
sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, sementara kami harus kehilangan
anak-anak kami.”
Si petani kemudian berkomentar, “Janganlah terlalu cepat
membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah
suatu rangkaian proses. Syukuri & terima keadaan yang terjadi saat ini, apa
yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok. Apa yang buruk
hari ini belum tentu buruk untuk hari esok. Tetapi yang pasti, Tuhan paling
tahu yg terbaik buat kita. Bagian kita adalah mengucap syukur dalam segala hal,
sebab itulah yang dikehendaki Tuhan di dalam hidup kita.”
July 13, 2014
A Sad Story
A girlfriend gave a challenge to her boyfriend to live a day without her. No communication at all and said if he passed it, she'll love him forever.The boyfriend agreed. He never texted nor called his girlfriend for the whole day without knowing, his girlfriend has only 24 hours left because she was dying because of cancer.
After a day, he excitedly went to her house, "I did it, baby!" but tears fell as he saw his girlfriend lying in coffin with a note "You did it, baby.. Now please do it everyday.. I love you forever"
Subscribe to:
Comments (Atom)