Seorang suami menelepon istrinya karena ia harus pulang terlambat. Bos
di tempat kerjanya mengajak keluar bersama klien. Sebenarnya ia tidak
ingin ikut, namun bagaimana lagi. Di acara tersebut, pria ini
sebenarnya menolak untuk minum alkohol. Namun satu gelas basa-basi itu
terasa nikmat, sehingga ia minum lagi dan lagi. Maka ia pun pulang dalam
keadaan mabuk berat.
Sesampainya di rumah, istrinya sudah
menunggu. Layaknya orang mabuk, pria ini berjalan linglung, menabrak
beberapa perabot sampai pecah. Dan yang paling buruk adalah ia mabuk
hingga muntah. Lantai pun jadi kotor dan sang istrilah yang membersihkan
semua itu serta pakaiannya.
Keesokan harinya, saat ia bangun,
pria ini teringat bahwa ia pulang mabuk dan mengotori rumah. Ia sudah
berpikir bahwa istrinya pasti akan jengkel dan marah. Dalam hatinya,
pria ini berharap agar tidak terjadi pertengkaran di pagi hari ini.
Namun, alangkah kagetnya pria ini karena ia mendapati meja penuh dengan
makanan enak, dan lengkap dengan sebuah notes kecil. "Sayang, sarapan
kesukaanmu sudah siap di meja. Aku pergi ke pasar dulu. Aku akan pulang
secepatnya sambil berlari, Sayang. Aku mencintaimu," begitu isi
suratnya.
Ia terkejut dan bertanya pada anak lelakinya, "Tadi malam apa yang terjadi?"
Anaknya menjawab, "Waktu ibu mau membawa ayah ke ranjang dan mencoba
melepas sepatu serta pakaian ayah, ayah mabuk berat sambil berkata, 'Hey
perempuan! Tinggalkan aku sendiri! Aku sudah menikah!'"
Mendengar cerita ini, pria itu tersenyum namun juga tersipu malu. Pantas
saja istrinya jadi begitu penyayang dan romantis. Namun ia jadi malu
sendiri karena istri dan anaknya pasti tertawa mendengar apa yang ia
katakan. Walau memang benar, ia sangat mencintai istri dan keluarganya.