September 27, 2015

Arti Sebuah Kesetiaan


Ini cerita nyata, beliau adalah Bapak Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri Reksadana di Indonesia.

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi. Pak Suyatno, 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun dan dikaruniai 4 orang anak.

Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke-3, seluruh tubuh istrinya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang. Bahkan lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.

Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak-anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari, keempat anak Pak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-kata: “Sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak-anaknya: “Anak-anakku… Jikalau perkawinan & hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah. Tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian. Sejenak kerongkongannya tersekat, kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.”
“Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata Ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi narasumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa.

Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita ”Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan”

“Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”

Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti, tidak usah kau tangisi hari kemarin. Kesetiaan adalah kemurnian cinta abadi.

August 3, 2015

Keep Dreaming

This is one of the SADDEST stories ever told in Hollywood.


His name is Sylvestar Stallone. One of the BIGGEST and most famous American Movie superstars.

Back in the day, Stallone was a struggling actor in every definition. At some point, he got so broke that he stole his wife's jewellery and sold it. Things got so bad that he even ended up homeless. Yes, he slept at the New York bus station for 3 days. Unable to pay rent or afford food.

His lowest point came when he tried to sell his dog at the liquor store to any stranger. He didn't have money to feed the dog anymore. He sold it at $25 only. He says he walked away crying.

Two weeks later, he saw a boxing match between Mohammed Ali and Chuck Wepner and that match gave him the inspiration to write the script for the famous movie, ROCKY. He wrote the script for 20 hours!

He tried to sell it and got an offer for $125,000 for the script. But he had just ONE REQUEST. He wanted to STAR in the movie. He wanted to be the MAIN ACTOR. Rocky himself. But the studio said NO. They wanted a REAL STAR.

They said he "looked funny and talked funny". He left with his script. A few weeks later, the studio offered him $250,000 for the script. He refused. They even offered $350,000. He still refused. They wanted his movie. But NOT him. He said NO. He had to be IN THAT MOVIE.

After a while, the studio agreed, gave him $35,000 for the script and let him star in it!

The rest is history! The movie won Best Picture, Best Directing and Best Film Editing at the prestigious Oscar Awards. He was even nominated for BEST ACTOR! The Movie ROCKY was even inducted into the American National Film Registry as one of the greatest movies ever!

And do you know the first thing he bought with the $35,000? THE DOG HE SOLD. Yes, Stallone LOVED HIS DOG SO MUCH that he stood at the liquor store for 3 days waiting for the man he sold his dog to.

And on the 3rd day, he saw the man coming with the dog. Stallone explained why he sold the dog and begged for the dog back. The man refused. Stallone offered him $100. The man refused. He offered him $500. And the guy refused. Yes, he refused even $1000. And believe it or not, Stallone had to pay $15,000 for the same dog he sold at $25 only! And he finally got his dog back!

And today, the same Stallone who slept in the streets and sold his dog JUST BECAUSE he couldn't even feed it anymore, is one of the GREATEST Movie Stars who ever walked the Earth!

Being broke is BAD. Really BAD. Have you ever had a dream? A wonderful dream? But you are too broke to implement it? Too tiny to do it? Too small to accomplish it?

Life is tough. Opportunities will pass you by, just because you are NOBODY. People will want your products but NOT YOU. It's a tough world. If you ain't already famous, or rich or "connected", you will find it rough.

Doors will be shut on you. People will steal your glory and crash your hopes. You will push and push. And yet NOTHING WILL HAPPEN. And then your hopes will be crashed. You will be broke. Damn broke. You will do odd jobs for survival. You will be unable to feed yourself. And yes, you may end up sleeping in the streets. It happens. Yes, it does.

BUT NEVER LET THEM CRUSH THAT DREAM! Whatever happens to you, keep dreaming! Even when they crush your hopes, keep dreaming! Even when they turn you away, keep dreaming! Even when they shut you down, keep dreaming!

NO ONE KNOWS WHAT YOU ARE CAPABLE OF, EXCEPT YOURSELF. People will judge you by how you look and by what you have. But please, fight on! Fight for your place in history. Fight for your glory. NEVER EVER GIVE UP! AS LONG AS YOU ARE STILL ALIVE, YOUR STORY IS NOT OVER.

Keep up the fight. Keep your dreams and hope alive. Go great! :)

July 27, 2015

Pengalaman Mengalami Granulasi


huah senangnyaa, akhirnya telingaku sembuh juga😀 setelah bolak-balik harus ke rumah sakit, tapi pada akhirnya penantian ini tidak sia-sia.

aku akan nyeritain sedikit tentang kisahku selama ini. jadi, beberapa bulan yg lalu aku ngerasain sakit di telinga kiri. aku gatau kenapa bisa gitu. yg jelas itu memang sakit banget. sampe-sampe ke gigi lagi sakitnya. ke gusi juga. bahkan ke kepala kadang!😒 jadinya kalo ngunyah makanan sakit rasanya, ngilu binggo lah pokoknya.

awalnya kupikir sumber masalahnya dari gigiku. mungkin karena sakit gigi, sakitnya jadi ampe ke telinga. ditambah lagi orang-orang terdekat meng-iya-kan dugaanku ini. tapi pada akhirnya kuputuskan untuk pergi ke dokter spesialis THT.

dokter belum bisa ngelihat apa yg menjadi penyebab telingaku sakit, karena katanya serumen (kotoran telinga)-ku masih keras. jadinya aku dikasih obat tetes telinga untuk membantu melunakkan serumen itu. aku juga dikasih obat makan, yakni parasetamol, tapi gak ku makan.. (soalnya kurasa sakitnya masih bisa ditahan sih) hehe 🤤

lalu akupun pulang dan dokter berpesan supaya 3 hari kemudian aku harus datang lagi. tapi karena ngerasa dah enakan, aku gak balik-balik lagi ke tuh dokter. sampe akhirnya aku jadi asik sendiri dengan serumen di telingaku. 😜 aku jadi suka ngorek-ngorekin telingaku, beranggapan jika semakin sering dikorek, ntar telingaku jadi bersih dan mungkin sakitnya bakalan hilang karenanya.

PADAHAL tanpa sadar, yg kulakukan itu justru memperburuk kondisi telingaku. telingaku jadi berdarah. huff, telinga yg malang 😞

karena udah berdarah gitu, aku pastinya syok lah. bahkan karena ketakutan, aku nyaris pingsan. emak juga jadi jantungan melihatku waktu itu. katanya kalo aja beneran pingsan waktu itu, dia langsung bawa aku ke rumah sakit. pret, sok iya mamak ini.

besoknya aku dan emak pergi ke rumah sakit dan dokternya bilang serumennya masih ada dan masih keras. astaga, jadi yg selama ini kukorek itu belum berarti banyak?😬 aku merasa ternodai! jadinya dia ngasih obat tetes untuk ditetesin di rumah, dan nyuruh untuk balik lagi beberapa hari kemudian. btw dokternya cewe, dan kelihatannya kikuk gitu. ini membuat aku agak meragukan dia. tapi aku harus be positive dan percaya kalo aku bisa sembuh dengan bantuannya.

beberapa hari kemudian, akupun datang ke rumah sakit lagi. telingaku dibersihkan dan akhirnya ketemulah sumber sakit yg kurasain. ternyata telingaku mengalami granulasi (pembengkakan akibat infeksi). ini disebabkan karena aku keenakan ngorek-ngorek telingaku selama ini. disitu aku agak takut dan jadi lumayan kepikiran macam-macam. 🤕 njirr, pembengkakan? daging tumbuh gitu? ahh masakk aku tumoran? di kuping lagi? 😢 tapi kemudian dokter bilang enggak apa-apa, bukan sesuatu yg berbahaya.. cuma pembengkakan kecil dan akan dikasih obat untuk membantu mengempiskannya, dan kalo ga kempis-kempis juga, maka akan diambil (semacam operasi kecil) yang menggunakan bius lokal. 

aku yg tadinya ngira telingaku bakalan sembuh hari itu juga tentunya sangat kecewa mendengar semua perkataan dokter itu.

beberapa hari kemudian aku kembali lagi ke rumah sakit. kali ini dokter yg menanganiku gak dokter yg tempo hari. ini dokternya cowo, tinggi, putih dannn BESAAARRR😣 supaya gampang, dokter ini kunamai "dokter ndut" aja.

aku agak kecewa karena dokter yg menanganiku diganti. bukan karena tuh dokter ndut kelihatan serem ato gak bisa dipercaya, toh bukannya aku mau dia gigit ato apa.. (hmm walau auranya memang sedikit tidak bersahabat). tapi, sebenernya yg bikin ilfeel itu adalah kenyataan bahwa aku udah ketemu 3 dokter yg berbeda untuk 1 penyakit. ketika sudah mulai terbiasa, ehh harus beradaptasi lagi dengan dokter baru yg tentunya cara penanganannya berbeda. bukannya apa, cuma takut aja. soalnya ini memang kali pertama.. jadi kadang ada pemikiran negatif, takut inilah itulah.. tapiii, ujung-ujungnya aku pasrah aja sih hmmm dasar payah, dasar lemah!

dokter ndutpun ngelihat dan membersihkan telingaku sekali lagi. kemudian aku dibawa ke suatu ruangan. tampaknya ruangan yg sedikit memiliki privasi atau semacamnya karena emak gak dibolehin masuk ke dalam. aku masuk dan ketemu ama dokter lainnya lagi. aku ga bisa liat wajahnya. dia makek masker tapi keliatannya umurnya dah 30-an gitu *plakk, gak penting banget yakk..

aku disuruh berbaring ama tuh dokter dan dia pun mulai memeriksa dengan alat-alat yg gak begitu kuperhatikan. satu-satunya alat yg sempat kutengok adalah semacam mikroskop ato apa gitu dan dia menggantung di atas kepalaku. tuh dokter mulai melihat telingaku dengan alat itu.

paling ngilu tuh pas telingaku mulai diutak-atik sama dia. sakiiitt, vroh. kadang dihisap tuh telinga, dimasukin cairan, dihisap lagi, dicongkel, dimasukin cairan lagi, dihisap lagi, dicongkel lagi. terus-menerus gituu. selama tuh proses kayanya aku juga dikasih bius gitu, soalnya kadang-kadang aku bakal ngerasa semacam pusing ato mungkin lebih tepatnya ngantuk kaya agak hilang kesadaran. dan kalo udah rada ngantuk gitu, dokter bakalan berhenti untuk melakukan hal-hal yg kusebutkan di atas sampe ngantuknya hilang.

yg dilakukan dokter itu sebenarnya adalah mengambil bengkak atau granula di telingaku itu. tapii, wuanjirr, dah dibius kok masih sakit aja tuhh😔

setelah tuh proses selesai, telingaku rasanya tajam banget. semua yg kudengar sangat keras dan BISINGG!! kepalaku penuh dengan suara-suaraa. ini membuatku agak gak nyaman, tapi kata dokter entar akan berdaptasi kok lama-lama.

aku dan dokter ndut pun keluar dari ruangan itu meninggalkan dokter yg tadi. sekilas saat mau keluar, aku melihat wajahnya dan ternyata dia cukup tamfaann hahahahaaha😝

dokter ndut pun memberikan resep obat. dia menyuruhku balik lagi beberapa hari kemudian untuk kontrol. dan hari itu adalah hari inii... hari dimana aku dinyatakan sembuh oleh para dokter ituu😊

tadi pas telingaku diperiksa sama dokter tamfan itu, katanya telingaku udah bagus tapi aku disuruh kontrol lagi bulan depan. tadi dia sempat nanyain aku juga dan ketawa gitu samaku. setelah aku lihat-lihat ternyata dia memang tamfaan dan berkharisma wkwkwkw😝 sebelum keluar dari ruangannya, kusempatkan mengucapkan terimakasih kepadanya hehehe..

aku dan dokter ndut pun keluar dan dokter ndut menuliskan data-data yg kumiliki, setelah itu aku pulang hahahaha ntahapa-apa yg kubilangiii😂



oke... begitulah kisahnya. di akhir kata, aku mau berpesan sama situ-situ sekalian, jangan pernah ngorek-ngorek telinga! 🙅 telinga cukup dibersihkan di bagian luarnya aja. entar bisa infeksi. cukuplah aku saja yg mengalami seperti ini, jangan sampai kalian merasakan hal seperti ini juga. karena ini akan sangat merepotkan. okeee, bhayy!!!! 😏



Dendam Melemahkanmu, Jadilah Pemaaf :)


Pada sebuah sekolah, seorang guru mengajarkan sesuatu pada murid-muridnya. Beliau meminta agar para murid membawa sebuah kantong plastik besar dan mengisinya dengan kentang. Kentang-kentang itu mewakili setiap orang yang pernah menyakiti hati mereka dan belum dimaafkan. Setiap kentang yang dibawa, dituliskan sebuah nama orang yang pernah menyakiti hati murid-murid itu.

Beberapa murid memasukkan sedikit kentang, sebagian membawa cukup banyak. Para murid harus membawa kentang dalam kantong itu kemanapun mereka pergi. Menemani mereka belajar, dibawa pulang, dibawa lagi ke sekolah, diletakkan di samping bantal mereka saat tidur, pokoknya, kentang dalam kantong itu tidak boleh jauh dari mereka.

Makin hari, makin banyak murid yang mengernyitkan hidung karena kentang-kentang itu mulai mengeluarkan aroma busuk.
"Apakah kalian telah memaafkan nama-nama yang kalian tulis pada kulit kentang itu?" tanya sang guru.
Para murid tampaknya sepakat untuk belum bisa memaafkan nama-nama yang telah memaafkan mereka.
"Jika demikian, kalian tetap harus membawa kentang itu kemanapun kalian pergi,"

Hari demi hari berlalu. Bau busuk yang dikeluarkan kentang-kentang itu semakin membusuk. Banyak dari mereka yang akhirnya menjadi mual, pusing dan tidak nafsu makan karenanya. Akhirnya, mereka membuang kentang-kentang itu ke dalam tempat sampah. Dengan asumsi mereka juga memaafkan nama-nama yang mereka tulis di atas kulit kentang.

"Nah, para murid, dendam yang kalian tanam sama seperti kentang-kentang itu. Semakin banyak kalian mendendam, semakin berat kalian melangkah. Semakin hari, dendam-dendam itu akan membusuk dan meracuni pikiran kalian," ujar sang guru sambil tersenyum.

Para murid hanya terdiam, meresapi setiap perkataan guru mereka.
"Karena itu, sekalipun kalian menyimpan dendam pada orang lain, atau mereka pernah menyakiti hati kalian, maafkanlah mereka dan lupakan yang pernah mereka lakukan, jadikan hal itu sebagai pembelajaran dalam hidup kalian. Dendam sama seperti kentang-kentang busuk itu, kalian bisa membuangnya ke tempat sampah,"

Para murid tersenyum. Sejak hari itu, mereka belajar untuk menjadi manusia yang pemaaf dan tidak mudah menyimpan dendam. Hidup mereka tenang tanpa terbebani bau busuk yang akan merusak pikiran dan tubuh.

RENUNGAN: Kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjadi manusia yang pemaaf. Sekalipun dendam tidak kita rasakan beratnya secara fisik, tetapi secara mental akan melemahkan langkah Anda, membuat hidup Anda tidak nyaman. Maafkanlah mereka yang pernah menyakiti Anda dan hirup udara segar kebebasan.

June 28, 2015

Yg Berkilau Belum Tentu Emas


Gak kerasa yah, masa libur tersisa tinggal 2 minggu lagiiii.  Aaah, bentar lagi gue dah jadi anak kelas 12 dong?? Aaaah itu artinya gue dah tuaaa, jijikk  But it's a truth that I have to face.. Mau ga mau, siap ga siap, senang gak senang, harus tetap gue terima 

Btw, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Gue liburan gak kemana-mana, berkurung di rumah aja teros-_- Haha, dah busuk kali awak di rumah, tapi ntahkenapa gue gak pernah sedih kalo liburan di rumah aja. Palingan kadang ngerasa bosan aja, itupun kadang ajanya. Soalnya di rumah itu nyamannn, gue bisa tidur kapanpun gue mau sesuka hati gue. Itu kan gak bisa gue dapet di semua tempat di dunia yg fana ini  Wkwkwkwk.

Oh ya, gue kemarin pagi nemu anak kucing di depan teras rumah gue. Tuh kucing warna rambutnya cantekk, gue sukaaa. Jadi gue deketin pelan-pelan, takut dia kabur. Di sisi lain gue berharap dia gak merasa risih dideketin ama gue karena saat itu kan pagi hari, yaa lo tau sendirilah kondisi badan seseorang di pagi hari, apalagi itu saat libur. Aaahh, gak usah gue perjelas gue yakin lo dah ngerti kok, hehehee 

Akhirnya gue ambil tuh kucing dan gue bawa masuk ke rumah, gue main-main bareng dia. Dan dia kelihatannya jinak bin bodoh soalnya dia senang gitu diperlakukan kasar sama gue hahahaha. Saat itu kami kelihatan seperti ibu dan anak yg dah lama terpisahkan. Padahal baru beberapa menit gue sama dia kenalan, tapi rasanya kaya gue udah ada ikatan hubungan yg lama gitu. Ini membuat gue berhasrat untuk memelihara dia..

Namun kebahagiaan kami terusik, tampaknya ada pihak yg gak senang dengan kebersamaan ini.

Inilah pihak yg gak sor itu...

Dia kucing peliharaanku, namanya Ei-ei (NB: Tolong jangan pernah selipkan huruf 'm' dikedua suku kata namanya. Ini pernah terjadi, dia langsung bangga dan girang disebut demikian). Ei-ei sangat tidak senang melihat kehadiran kucing baru yg kubawa. Setiap melihat kucing baru itu, Ei-ei mengeram jahat kepadanya. Hal ini membuatku palak kepada Ei-ei. "Jangan sementang dia anak baru, tros kau anak lama di sini, jadi sok berkuasa ko yah. Dengar, mulai sekarang dia akan jadi teman barumu, Ei-ei.. Berbaurlah secepat mungkin kepadanya.." ucapku ketus kepada Ei-ei yang kemudian mengacuhkanku kemudian pergi. Dasar kau Ei-ei binatang.

Aku jadi jijik nengok Ei-ei karena dia tidak juga mengubah sikapnya walau tak peduli berapa kali dan bagaimanapun caranya aku memarahinya. Dia tidak peduli dengan semua ancamanku kepadanya dan tetap saja masih membenci kucing baru itu. Dia bahkan beberapa kali menindas kucing ini dengan mencakar kepalanya. Hal ini justru membuatku jadi semakin ingin untuk mengumbar kemesraan bersama kucing baru ini di depan Ei-ei. Dan kucing ini memang 'lebih' dari Ei-ei. Rambutnya lebih cantik dan colorfull, warna matanya unik, plus kepribadiannya yg baik, dia patuh serta jinak. Dipanggil, nyahut. Disayangi, tampak senang. Gak seperti Ei-ei selama ini yang kerjanya cuma tebar pesona sama kucing jantan tapi sok jutek kalo dipanggil.


Karena semakin sor dengan anak kucing ini, akupun membuat namanya. Dia kuberi nama 'Catty Perry'   Nama ini terinspirasi karena dia memiliki suara yg lembut nan indah, padahal dia itu kucing jantan. Aku sangat nyaman dengan nama kucing ini. Berasa lagi berinteraksi dengan diva...

Pada malam hari, kedua kucing ini harus dikeluarkan dari rumah karena takut ntar berak sembarangan. Dan dari dulu memang gitu.

Besok paginya, Ei-ei udah datang lagi ke rumah. Tapi sosok diva yg kukagumi belum menampakkan dirinya juga. Sampai aku menyaksikan sendiri dia sedang heboh bermain sendiri di rumah tetanggaku. Diva kampret. Kau sebut dirimu kucing? Huffft, kecewaa.. Semudah itu kau move on? Melupakan kenangan kita kemarin? Walau singkat, seharusnya kau memikirkan bagaimana perasaanku bukan? Dasar, semua laki-laki sama saja. Kimak kau huting playboy, mulak ma ho tu ni Debataraja 

Aku memaki diriku dalam hati: Bodohnya diriku selalu menunggumu yg tak pernah untuk bisa mencintai akuu *loh kok?  Gini deh, efek kecewa sama si Catty Perry brengsek itu. Gue bela-belain dia, sampe gue marah-marahin si Ei-ei. Padahal beginilah kulit asli si ketekperi itu. Aku jadi agak merasa berdosa sama Ei-ei. Baru kusadari, tetaplah cuma Ei-ei yg setia kepadaku.

Satu pelajaran yg kudapat, ternyata memang semua yg berkilau itu belum tentu emas. Banyak dari kita yg tertipu dari penampilan luar seseorang. Namun sebenarnya kita gak bisa langsung menilai orang lain dari luarnya atau dari kesan pertama kita berjumpa sama dia. Memang kepribadian seseorang bisa kita lihat dari bagaimana ia bersikap, bertutur kata dan bahasa tubuhnya. Tapi akan jauh lebih akurat kalau kita memilih mengenal dia lebih dekat, mencari tahu langsung. Karena memang ada beberapa orang yg sedikit rumit, dia membuat orang lain bingung dengan apa yg dilakukannya; apa yg disampaikannya, dan hanya orang-orang tertentu yg bisa melihat sisi terdalamnya. Begitu pula ada orang yang terlihat baik-baik saja; bersahabat; ramah, namun ada sisi rahasianya yg tak tertebak. Aih, udah macam mario teguh gitu awak ya.

June 27, 2015

Emang Bisa Gitu?


Suatu hari seorang kakek sedang mancing di kali, namun udah 3 jam kaga dapet ikan, lalu lewatlah seorang anak kecil dan bertanya.

Anak: "Lagi ngapain, kong?"
Kakek: "Kaga liat apa? Gua lagi mancing, goblook"
Anak: "Udah dapet belom, kong?"
Kakek: "Belom goblok, banyak bacot lo"
Anak: "Emang umpannya pake apa, kong?"

Kakek: "Ya pake cacing lah.. Dasar goblok"
Anak: "Pantesan, coba kong pake keju sama cabe, pasti dapet banyak ikan"
Kakek: "Emang bisa gitu?"
Anak: "Ya nggak bisa lah, goblok" *lari takut ditimpuk* 



Karena merasa kaget dibilang goblok sama anak kecil, si kakek jantungan dan mati di tempat.
Singkat cerita, di dalam kubur si kakek ditanyai dua malaikat yang membawa palu besar.


Malaikat 1: "Kong, waktu di dunia punya agama nggak??"
Kakek: "Ya punya lah goblok"
Malaikat 1: "Maap ya kong, kalau bicara yang sopan, kali aja engkong bisa hidup lagi ke dunia"
Kakek: "Emang bisa gitu?"
Malaikat 2 :" YA NGGAK BISA LAH GOBLOKK.."


June 12, 2015

Turis Arab Naik Taksi


Suatu hari ada turis Arab naik taksi duduk di depan keliling Jakarta dan tiba-tiba taksinya disalip mobil pick-up yg ngebut, si Arab terkejut dan berteriak: "Ustahiad.. Ustahiad.." Tidak lama kemudian ada mobil truk menyalip, si Arab teriak lagi: "Ihsibustim.. Ihsibustim..Sang sopir heran mendengar kalimah dzikirnya.

Kemudian lewat lagi mobil sport yg atapnya bisa terbuka atau tertutup, si Arab teriak "Adzam.. Adzam.." Sopir semakin heran. Ada pula mobil sedan kecil menyusul dari arah kiri, turis Arab mendesis: "Ya Allah, Ikuzus.. Ikuzus.." Tiba-tiba, sebuah mobil mewah ngerem mendadak didepannya, si turis Arab berteriak: " Irarref.. Irarref.."

Akhirnya sang sopir penasaran. "Wah, ente lafal zikirnya kok aneh.. Semuanya ane belum pernah denger tuh?!"
Turis Arab jawab: "Siafa yg zikiran. Ane khan baca tulisan di belakang mobil-mobil yg tadi menyalip ente... Bahasa ana khan bacanya dari kanan ke kiri..." 
Sopir : "Haaah?!!"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...