April 30, 2016

I Smile, Don't Cry :)

hai... apa kabar? sehat kan? pasti sehat ^^

heumm, waktu berjalan cepat sekali, ya. menurutku sih begitu, bagaimana menurutmu? oke, sepertinya aku tidak butuh pendapatmu. karena disini aku yang mau curhat! kau! disini kau cuma pembaca! tugasmu ya hanya membaca saja! jangan banyak berpikir dan... eh,... maaf aku terbawa suasana.

akhir-akhir ini aku hanya merasa sepertinya waktu cepat sekali berjalan. ternyata sudah 17 tahun lebih beberapa bulan aku di dunia ini. seperti mimpi, tak kusangka aku sudah sebesar dan SETUA iniii !!! huaaa, aku ingin dilahirkan kembaliii T^T umur sudah sebanyak itu, artinya sudah harus memikirkan masa depan. tapi aku merasa lebih banyak berpikir daripada bertindaknya *ups! ๐Ÿ˜ช oke stop, ini bukan saatnya untuk stres lagi. aku sudah punya rancangan masa depanku kok, santai azzaaa... hidup jangan diberat-beratkan. kita hidup untuk hari ini saja sudah cukup. jangan suka mengeluh. bukan begitu?

hey kau pembaca! kenapa diam saja?!
jawab iya! atau setidaknya anggukkan kepalamu! -_- tidak bisakah sedikit saja kau berpura-pura menghargaiku. huh, aku terbawa suasana lagi kan jadinya.

baiklah, akan kulanjutkan. sudah sampai dimana tadi? oke, aku pikir tadi itu sudah sampai ke intinya. lain waktu mungkin akan kuceritakan yang lebih menarik lagi.

sampai jumpa,
dan
selamat menikmati...
kebingunganmu sendiri

HA๐Ÿ‘ฟHA๐Ÿ‘ฟHA๐Ÿ‘ฟHA๐Ÿ‘ฟHA๐Ÿ‘ฟ uhuk, maaf terbawa suasana.๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ




February 17, 2016

Hanya Isyarat


"Aku jatuh cinta pada seseorang yang bahkan sampai hari ini pun aku tak tahu warna matanya."

"Aku, yang merasakan apa yang kau rasakan. Yang mendamba untuk mengalami. Aku, yang telah menuliskan surat-surat cinta padamu. Surat-surat yang tak pernah sampai."

"Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali."

"... karena cinta adalah mengalami."

"Kadang-kadang, pilihan terbaik adalah menerima."

"Tuhan, jika nanti aku jatuh cinta pada cinta yang baik, jatuhkan aku sejatuh-jatuhnya."

"... dan usai tangis ini, aku akan berjanji. Untuk diam, duduk di tempatku. Menanti seseorang yang biasa saja."

(Quotes by: Dewi Lestari)

January 1, 2016

Everyone Needs Somebody Who Can Understand


Ada seorang petani hendak menjual beberapa ekor anak anjing. Ia membuat papan pengumuman ”Jual anak anjing” dan memakukannya pada sebuah tiang di ujung halamannya. Sementara ia sedang memakukan papan itu, ia merasa seseorang menarik pakaian kerjanya. Ia menengok dan melihat seorang anak kecil.

”Berapa harga satu anak anjing yang bapak jual?” tanya anak kecil itu.

Petani itu pun menjawab, ”Anak-anak anjing ini dari ras unggul dan harganya cukup mahal.”

Anak itu menundukkan kepalanya sejenak. Lalu merogoh sakunya, ia mengeluarkan segenggam uang receh dan menyodorkannya kepada sang petani. ”Saya mempunyai uang dua puluh ribu. Apakah cukup untuk melihat-lihat?”


Petani tersenyum dan bersiul. Dari kandang anjingnya, berlarilah anjing betina dan diikuti empat ekor anak anjing. Tapi ada satu anak anjing yang tertinggal jauh di belakang. Anak anjing itu pincang dan berusaha menyusul.

Anak itu bertanya, "Apa yang salah dengan anjing kecil itu?"

Petani menjelaskan bahwa ketika dilahirkan, anak anjing itu mempunyai kelainan di pinggulnya, dan akan menderita cacat seumur hidupnya.

”Saya mau yang itu!” kata anak itu, sambil menunjuk pada anak anjing yang cacat itu.

Sang petani berlutut di samping anak itu dan berkata, ”Nak, jangan yang itu. Anjing itu takkan pernah dapat berlari dan bermain seperti yang kamu inginkan.”

Mendengarnya, anak itu terdiam, dan mulai menggulung salah satu kaki celananya. Dari balik celana itu, tampaklah sepasang kaki yang cacat. Sambil memandang kepada sang petani, ia berkata, ”Pak, saya pun tidak terlalu cepat dalam berlari, melompat dan bermain sebagaimana anak lelaki lain. Dan anjing itu membutuhkan seseorang yang mengerti.”

Dunia ini membutuhkan seseorang yang mau mengerti...


December 31, 2015

Bye 2015, Welcome 2016. xoxo!!


sejujurnya gw binun harus mulai dari mana. abisnya gw juga sebenarnya gatau mau nulis apa, wkwk.. jujur banget yaa gw^^ okelah... mumpung malam ini agak berbeda dari malam-malam yg lainnya, gw bakal ceritain tentang malam tahun baru gw kali ini.

malam terakhir di tahun 2015 ini tetap aja gak begitu berkesan sama gw. tapi gw tetep ngerasa bahagia di malam pergantian tahun ini. yaa samalah seperti tahun-tahun sebelumnya. gw selalu bahagia kok di momen seperti ini (lebih tepatnya berusaha keras mencoba bahagia:D). mungkin karena udah terbiasa dengan suasana yg membosankan gw jadi menikmatinya kali ya. hehehk ;p

mungkin juga gak karena itu aja.. soalnya setiap malam pergantian tahun, pasti tingkat keoptimisan dan daya imajinasi gw melonjak. gw banyak mengkhayal ini itu yg kali aja bakalan terjadi di tahun berikutnya. harapan dan doa pasti lebih banyak dipanjatkan di momen seperti ini. dan sekadar info aja, salah satu hobi gw yaa mengkhayal dan berimajinasi. biasanya kalo gw udah ngelakuin itu, setidaknya mood gw jadi lebih baik.

bicara tentang khayalan dan imajinasi, mungkin lo juga sedikit pengin tau emang apa aja sih yg gue khayalin/imajinasiin sampe-sampe jadi hobi. gw juga sebenarnya gak begitu ingat sih apa yg gw khayalin. HAHAHAHAHAHH. mereka muncul begitu saja. gak gw undang, gak gw rencanakan dan gw sendiri juga gak begitu peduli dengan khayalan gw. gw cuma sekadar mengkhayal untuk kepuasan otak kanan gw semata. wkwkwk!! gue benar-benar jujur yaaah^^

lu pasti kecewa banget yah baca postingan gw? wkwkwk.. sabar ya tong :v okelah, biar lu agak terhibur dikit, gue bakal ngasih tau sebagian harapan-harapan alias resolusi gw di tahun 2016 nanti. check it out!

PERTAMA
gue pengen berat badan gue naik dikit. bosan loh gue diejek kurus. ehtapi, ada kabar gembira ei.. kata keluarga gw, badan gw udah ada peningkatan. mereka bilang udah gak sekering dulu. aku nyaris menitihkan air mata bahagia :')

KEDUA
hmmm, yg kedua ini agak berat loh yaaah. gue sendiri gak yakin gue mampu ngelakuin ini full di tahun 2016 nanti. palingan 2-3 hari bisa, selanjutnya gue gagal. penasaran kan apaan? kakak gue. gue pengen berhenti berantem ama kakak gue di tahun 2016. berhenti marah-marah sama dia. ntahkenapa asal sama kakak gue, bawaannya emosi gitu. gue udah coba untuk nahan diri, tapi 3/4 badan dan pikiran gue kayak dikuasain roh jahat gitu setiap kali ngelihat kakak gw. ada saat-saat tertentu gw kasian sama dia karena kayanya dia begitu menderita punya adek kurangajar kaya gue. kendati demikian lekk, seperti yg sudah awak kataken tadi, iblis menguasai gw. tetap aja sulit bagi gw untuk bersikap manis sama kakak gue. but actually, gue sayang kok sama kakak gue. cuma sifat kami kayak bertolak belakang gitu. banyak sifat-sifat dia yg sangat gak gue suka. dan mungkin banyak sifat-sifat gue juga yg gak dia suka. intinya persentase kecocokan kami itu di bawah 50%. oleh karena itu, sulit bagi kami untuk akur. tapi inilah yg namanya harapan. apapun bisa terjadi bukan? semoga resolusi yg satu ini nantinya tidak jadi sekadar omong kosong^^

KETIGA
ini juga salah 1 resolusi yg BERAAAATTT SEKALI bagi gue untuk mewujudkannya. gue pengen di tahun 2016 nanti, gue benar-benar tobat dan berhenti megang kucing :( gue itu paaaaling suka ngusilin kucing. dari kecil gue semacam ada bakat gitu buat ngusilin binatang jalang yg satu itu. wajah gue adalah buktinya. di pipi atas dekat mata gue ada bekas cakaran kucing karena dulu gue suka banget gendong-gendong kucing. gue bikin kucing-kucing di rumah gue ilfeel dan akhirnya mereka naik tensi, tak mampu mengendalikan emosi, maka dicakarnya lah mukakku. dan asal lo tau, bukannya jadi menyerah, gue malah semakin bersemangat untuk ngusilin mereka. HAHAHAHAHAHA!!!!!!!!!!! *macam iblis awak ;D tapi seiring bertambahnya usia, gue jadi sayang sama kucing. yaa, sekali-sekali tetap gue usilin juga sihh :p hmm, sampe sekarang gw belum bisa membiasakan diri gw untuk kagak megang kucing. kalo ngeliat kucing itu, bawaannya pengen megang mereka, pengen ngelus rambutnya, narik kumisnya... iiihhh, tak kuase lah akoo!! oh Tuhan, bantulah aku mewujudkan harapan yg menyakitkan ini... banyak orang-orang di sekitarku yg selalu mengingatkankanku untuk mewujudkan harapan ini. aku tahu bukan karena mereka orang jahat nan terkutuk yang menginginkan aku tidak berbahagia, tapi ini demi kebaikanku karena kucing itu binatang yg terbukti membawa banyak virus :'(

TERAKHIR
gue sebenarnya manusia yg penuh dengan berton-ton harapan di kepala gue. oleh karena itu, apapun yg gue doain di pukul 00.00 bareng keluarga gue nanti, gue harap bisa terkabul di tahun 2016 mendatang.. sebagai wujud partisipasi lo, lo boleh nge-amin-kan di dalam hati. mendoakan orang lain kan gak dosa, ya gak? ;) gue juga berdoa semoga apapun yg kalian harapkan, kelak kalian akan menerima yg lebih baik dari itu. amiiinn :)

akhir kata gue mau cuma mau bilang selamat tinggal tahun 2015 yg indah, dan selamat datang tahun 2016 yg luar biasa lebih indah^^


November 15, 2015

Perdebatan Murid Pintar & Murid Bodoh, Siapa yang Benar?


Di Tiongkok pernah ada seorang guru yang sangat dihormati karena tegas dan jujur.

Suatu hari, 2 murid menghadap guru tersebut. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7. Murid pandai mengatakan 21, murid bodoh bersikukuh mengatakan 27. Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta guru sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar diantara mereka, sambil si bodoh mengatakan "Jika saya yang benar 3x7=27 maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh guru, tapi jika kamu yang benar ( 3x7=21 ) maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri ha ha ha!!"

Demikian si bodoh menantang dengan sangat yakin dengan pendapatnya. "Katakan guru, mana yang benar?" tanya murid pandai.

Ternyata guru memvonis cambuk 10x untuk murid pandai (orang yang menjawab 21). Si murid pandai protes keras.

Guru kemudian menjawab "Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk KETIDAKARIFANmu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tau kalo 3x7 adalah 21."

"Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi ARIF daripada guru harus melihat 1 nyawa terbuang sia-sia!" lanjut guru.

Pesan Moral:
Jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan, sebab secara tidak sadar kita telah membuang waktu dan energi untuk hal yang tidak perlu.

Bukankah kita sering mengalaminya?

Berdebat atau bertengkar untuk hal yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi secara percuma. Ada saatnya kita diam untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia. Diam bukan berarti kalah, bukan?Memang tidak mudah, tapi janganlah sekali-kali berdebat dengan orang bodoh yang tidak menguasai permasalahan.

"MERUPAKAN SUATU KEARIFAN BAGI ORANG YANG BISA MENGONTROL DIRI & HINDARI KEMARAHAN ATAS SUATU KEBODOHAN" :)

October 8, 2015

Ibu Yang Bisu dan Putrinya


Pada sebuah desa, ada seorang ibu dan anak yang hidup dalam sebuah rumah kumuh. Ibunya ini seorang yang bisu, namun putrinya sangat pintar. Suatu saat teman-temannya bertanya kepadanya kenapa dia tidak bersekolah sampai sekarang. Putrinya ini pun langsung berlari pulang ke rumah kumuh tempat dia tinggal dan minta agar bisa disekolahkan oleh ibunya.

Pada hari berikutnya, sang ibu pun membawa putrinya pergi sekolah, tetapi karena rumah mereka tersebut tidak mempunyai alamat yang jelas, pihak sekolah tidak berani menerima putrinya sebagai murid disana. Sang ibu pun memohon hingga berlutut dan menangis kepada para guru disana, tetapi para guru yang disana pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ibu dan putrinya ini pun akhirnya pulang ke rumah mereka lagi.

Pada suatu hari ketika ibu dan anak ini pergi memungut barang bekas, sang putri berhenti di depan sebuah rumah dan mendengar adanya alunan piano yang sangat indah.

Ketika sang putri berusaha mendekati rumah ini sampai ke pintu gerbangnya, tidak disangka ada seekor anjing yang langsung menggonggong ke arah putrinya. Sang ibu yang melihatnya pun langsung berlari menuju putrinya dan mengusir anjing tersebut dengan kereta dorong yang dimilikinya. Tetapi anjing tersebut malah terluka oleh kereta dorong sang ibu dan akhirnya membuat sang pemilik rumah pun keluar dari rumah dan langsung menahan kedua ibu dan anak ini di dalam rumahnya.

Tetapi ternyata sang pemilik rumah tersebut adalah seorang guru seni di sebuah sekolah swasta di kota. Guru ini pun bertanya berapakah usia putri ibu tersebut, siapa namanya, tetapi sang anak tidak tahu sama sekali karena ibunya tidak pernah memberitahunya sama sekali. Guru itu pun langsung mengatakan, "Kalau begitu, aku akan memberikanmu nama, putrimu bernama Lili dan ibu bernama Meimei." 

Guru ini pun menggunakan bahasa tubuh untuk berbicara kepada ibunya supaya dia membiarkan putrinya tinggal disana untuk belajar biola bersamanya. Sang ibu ini pun langsung meneteskan air mata dan berlutut di hadapan guru tersebut dan langsung pergi meninggalkan mereka.

Setelah lewat tak berapa lama, mama Lili ini pun memberikan uang sebanyak 1 juta kepada sang guru sebagai biaya uang sekolah anaknya yang didapatinya dari barang-barang bekas yang dipungutnya. Mama Lili dan sang guru pun sama-sama meneteskan air mata, tetapi guru ini tidak tega untuk menerima uang dari mama Lili ini. Dia pun memastikan sang anak bisa meneruskan sekolah sampai tamat SD.



Setelah setahun berlalu, Lili pun mengikuti kontes seni dalam daerahnya dan berhasil memenangkan kontes solo tersebut. Dia bahkan mendapatkan sorak-sorai dari para penonton yang menyaksikan penampilannya. Pada saat itu, ada seorang yang melihat Lili dari kejauhan sambil menenteng barang bekas yang dipungutnya, yang tidak lain tidak bukan adalah ibu Lili sendiri.

Setelah saat itu, Lili pun semakin mendalami biola yang dipelajarinya. Dia pasti akan memenangkan juara pertama pada setiap kompetisi yang diikutinya. Sang ibu pun akan selalu melihat anaknya dari kejauhan ketika dia menerima penghargaan tersebut. Sejak saat itu, Lili pun akhirnya menjadi seorang ahli biola dan mengharuskan Lili untuk pergi ke kota yang lebih besar supaya dia lebih bisa mengembangkan bakatnya lagi disana.

Sang ibu pun menunjuk jarinya ke arah langit lalu menepuk-nepuk pundak anaknya. Lili mengerti apa yang dikatakan ibunya. "Kamu harus menggapai cita-citamu setinggi langit, mama akan mendukungmu."

Di kota, Lili tidak hanya mendalami biola, dia juga mendapatkan pemasukan dari les yang dia ajarkan. Lili membawa ibunya untuk tinggal bersamanya, tetapi karena sang ibu tidak terbiasa dengan lingkungan disana, diapun kembali ke rumah kumuh tempat mereka tinggal dulunya. Ketika hendak pergi, sang ibu pun berkata dengan bahasa tubuh kepada anaknya, "Jangan merindukan ibumu ini ya, belajarlah biola dengan baik. Jika kamu bisa sukses, mama juga akan bahagia."

Setelah beberapa tahun, Lili pun mengikuti beberapa kontes dan terus memenangkannya. Dia pun tiba-tiba teringat akan ibunya yang sudah tidak dikunjunginya selama setengah tahun. Dia pun langsung pergi mencari ibunya untuk memberitahu kontes yang sudah dimenangkannya.

Tetapi ketika dia kembali ke rumah kumuh tersebut, mamanya sudah tidak ada lagi disana. Dia telah meninggal dunia dan meninggalkan penyesalan dan air mata dalam hatinya Lili.

Lili pun menyadari ada sesuatu dalam karung barang bekas yang sering dipakai oleh ibunya tersebut. Dia menemukan ada sebuah foto dan surat yang menguning di dalamnya. Dia baru menyadari bahwa dirinya adalah anak yang dipungut oleh ibunya ketika ibunya mengemis di jalan dari surat yang ditemukannya.Pada saat itu, dia langsung menangis dan berseru memanggil "mamanya" kembali..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...