May 12, 2026

Tomorrow

Gue mau berbagi pengalaman yg mungkin akan gue ingat seumur hidup gue. Nih, kenalin gue punya kucing namanya Tomorrow aka Tumero Uno. Sering gue panggil Tumer atau juga Tomor (baca: Tumor). Nama itu juga sebenarnya berasal dari sejarah hidupnya alias perjumpaan pertama gue dengan si Tumer atau si Tumor ini. Pertama-tama, kita sepakati di post ini gue panggil Tumor aja ye..



Sebenernya inspirasi nama dia memang dari kata tumor beneran. Tanggal 3 Oktober 2023, terdengar suara anak kucing nangis-nangis di depan pagar rumah gue. Terus kakak gue penasaran, dia lihat tuh kucing dari kejauhan lalu bilang ke gue kalo ada kucing di depan pagar yg bulunya cantik dan nyuruh gue untuk mencoba melihat kucing itu. Gue jalan menuju pagar dan kucing itu mendekat ke pagar rumah gue. Gue belum bisa melihat kucing itu dengan jelas karena mata gue rabun dan lagi ga pake kacamata, btw kakak gue juga rabun dan saat itu kayaknya dia ga pake kacamata juga. Setelah gue raih kucing kecil itu dari balik pagar, barulah gue bisa melihat dengan jelas kalo dia punya penyakit kulit di kepalanya dan cukup menjijikkan. Kakak gue rada shock gitu wakakak, soalnya dia ngelihatnya tuh kucing emang kelihatan cantik tapi ternyata kulit kepalanya banyak borok. Dia yg tadinya excited pengen gendong dan ngelus sontak terdiam dan ga muji-muji tuh kucing lagi. πŸ™ˆ


⚠️ SKIP AJA KALAU JIJIK


Gue yg berhati lembut ini (wkwkw) pun auto ga tega dan kasihan setelah memperhatikan kondisi anak kucing ini dengan saksama. Secara fisik dia cukup sehat, tapi ya itu dia punya penyakit kulit yg cukup parah di kepalanya. Ini merupakan kali pertama gue rescue kucing yg punya penyakit kulit, jadi gue sendiri juga ga begitu tau harus ngapain. Karena gue lihat tuh kucing garuk-garuk dan memang kondisi badannya kotor, gue mandikanlah dia lalu setelahnya gue kasih makan. Bermodalkan searching di google dan diagnosa gue sendiri, gue obatilah tuh kucing dengan minyak kelapa. Setiap habis mandi, gue semprot tuh minyak ke kepalanya. Oh ya, gue mandiin pake sabun yg mengandung asam salisilat.


Awal-awal perawatan. hmm disini masih jelek bgt lu, Tumor πŸ’©


Dan beberapa minggu kemudian, Tumor menunjukkan banyak perbaikan. Boroknya kering dan mengelupas, wajahnya terlihat semakin sehat.

kiw kiw

Gue yg sama sekali awam tentu sangat senang dengan memulihnya kulit kepala si Tumor ini dengan usaha sendiri, jadinya gue ga perlu ke dokter hewan. Syukurlah tabungan moengilku bisa ikut selamatπŸ₯°wkwkw. Nah, karena dia udah menuju kesembuhan, sejak itu gue memutuskan untuk memberi dia nama. Awal pertemuan kami memang dengan keadaan kepalanya banyak bisul atau tumor (sarkas doang ye ini hahaha) tapi ga mungkin kan gue kasih nama bisul/tumor langsung. Gue ubahlah kata tumor itu jadi Tomorrow dan disingkat Tomor maka jadilah namanya begitu tapi kalo diucapkan tetap Tumor juga sih‽ Jadi sama aja yakan wkwk. Lalu, biar dia ga terlalu malu juga dengan namanya, gue buat nama tambahan/opsionalnya yakni Tumero Uno (Berasal dari frasa: numero uno). Cantik kan namanya? πŸ‘» Tapi ini nama dari gue. Sedangkan kakak gue juga ngasih nama lain, dia selalu manggil si Tumor ini Gutul. Jujur, gue ga suka banget sama nama itu dan ga pernah manggil dia dengan nama itu karena artinya jelek banget. Gutul dalam bahasa suku Karo artinya nakal/jahat. Gak banget kan? Iwhhh..

Btw, gue dan emak gue sering manggil si Tumor ini dengan sebutan Tumer sedangkan kakak dan bapak gue manggil dengan sebutan Gutul. Begitulah akhirnya Tumor tinggal bersama dengan kami. Tumor yang gue temukan saat masih berumur kurang lebih 2-3 bulan, tumbuh menjadi kucing dewasa. Dia melahirkan untuk pertama kalinya pada akhir Juli 2024, melahirkan 4 ekor anak dan satu persatu anak-anaknya mati. Jujur, sebagai induk kucing Tumor induk yg cukup aneh bagi gue. Dia hanya menyusukan anaknya dengan baik kurang dari 2 bulan dan gak lama setelah anak-anaknya mati, dia hamil lagi. Kucing-kucing betina yg dulu pernah kupelihara biasanya menyusukan anak-anaknya sampai minimal berumur 6 bulan atau lebih, setidaknya sampai anak-anaknya mampu mencari makan sendiri. Bahkan aku pernah punya kucing yg masih menyusukan anaknya yg sudah dewasa berumur lebih dari 1 tahun dengan badan yg sudah sama besarnya dengan induknya.

Begitulah ternyata pola asuh Tumor terhadap semua anaknya. Tumor melahirkan yg ke-2 pada akhir Desember 2024, lahir 6 anak kucing yg sehat-sehat; 5 jantan & 1 betina. Sayangnya, dalam usia masih 1 bulanan Tumor membawa anak-anaknya pergi dari rumah dan hanya tersisa 1 anak kucing betina yg entah bagaimana bisa pulang kembali ke rumah dengan sendirinya. Anak kucing itupun tidak dia susui dengan baik juga, kurang dari umur 2 bulan. Guelah yg jadi induk penggantinya dan harus terbiasa melakukan semua pekerjaan mengurus bayi kucing yg sangat melelahkan itu hmm. Bote namanya, dia bertahan hidup sampai berumur 8 bulan. Namun, Bote sekarang sudah di dunia lain karena jatuh sakit.

Tumor melahirkan lagi untuk yg ke-3 kalinya kemungkinan di akhir Juni atau awal Juli 2025 (gue ga tau persisnya soalnya gue nyimpen fotonya bukan saat dia melahirkan) dan tentu saja cuma disusui kurang dari 2 bulan—lagi-lagi anak-anaknya tak bertahan lama, mereka hanya hidup kurang dari 3 bulan.

Awal November 2025, lahir 4 anak Tumor sekaligus persalinannya yg ke-4. Kali ini anak-anaknya tampak lebih sehat dan gue optimis banget anak-anaknya bisa bertahan hidup lebih lama, tapi entah gimane anak-anaknya tiba-tiba aja menghilang bak ditelan bumi ga ada jejaknya. Jam 10 malam gue masih denger suara ngeongannya, eh gue cek 2 jam kemudian keempatnya sama sekali ga ada lagi di depan teras rumah gue. Padahal anak-anaknya sehat dan gendut-gendut semua, gue juga ngerasa Tumor kayaknya lebih care sama anak-anaknya di persalinannya yg kali ini. Entah apa yg saat itu terjadi¿ Hufft, sedih dah.. πŸ˜”

Sejak Januari 2026, Tumor jadi semakin liar. Dia yg biasanya keluar rumah tapi selalu ingat pulang ke rumah untuk tidur, lama kelamaan tidak pulang sama sekali berhari-hari dan hanya datang ke rumah kalau sudah sangat kelaparan dan tak menemukan makanan di luar. Dan setelah diberi makan dia langsung pergi begitu saja. Jika pintu ditutup di malam hari, maka dia akan menunggu di pintu sambil mengeong tanda ingin keluar. Hanya membuka sedikit pintu, maka dia langsung dengan secepat kilat kabur meninggalkan rumah. Begitulah hidupnya berbulan-bulan sampai di bulan Maret 2026 ini gue ngelihat perutnya sudah membuncit lagi, ASTAGA BUNTING TEROS NIH KUCING—gue mbatin teros dengan kelakuan si Tumor selama ini dan disinilah titik gue udah cukup muak sama kelakuannya yg semakin menyebalkan. Dia marah kalau dipegang, sangat ga suka digendong tapi kalau disogok makanan dia bisa mengaktifkan mode pura-pura baik. Setelah makan, auto kabur dan mode jahatnya keluar, gue sempat kena cakar waktu berusaha menggendong dia. Padahal dia yg sejak kecil manja dan sopan banget ke gue, suka digendong bahkan ga pernah berani nyakar gue tiba-tiba berubah 180⁰ jadi kucing yg seolah ga pernah kenal gue. Gue kesal banget. Kalo kakak gue ngelihat dia lewat di depan rumah atau ngasih tau kalau dia datang ke rumah, gue ga menghiraukan dan kaga mau gue kasih makan. Kalau ga dikasih makan, dia pasti akan langsung pergi dan besok-besoknya ga datang-datang lagi. Kadang kalo dia datang tiba-tiba ke rumah, supaya dia sadar, gue sengaja kasih makan kucing gue yg satunya di depan dia tapi piringnya gue tutupin supaya dia ga bisa ngambil makanan kucing gue yg satunya. Dia datang kalo butuh doang, benci guee!! Gue ngetik ini aja masih ingat dengan perasaan sebel gue saat itu 😑 

Dan sekarang akan gue ceritain puncak pengalaman traumatis gue mengenai si Tumor ini yg mungkin sulit gue lupakan. Di akhir April sampai awal Mei 2026 ini, dia jadi semakin rajin datang ke rumah—entah dikasih makan atau enggak—dia tetap datang dengan keadaan perut super besarnya. Dia juga ga langsung pergi walau ga ada makanan, seolah-olah kayak ngecek situasi atau caper atau apalah, naluri dia kayaknya mau melahirkan dan butuh tempat tinggal. Gue bisa merasakan itu makanya kalau dia datang gue ledekin, dan selalu gue katain di dalam perutnya pasti anaknya ada 5 karena saking besarnya tuh perut. Emak gue juga selalu ketawa-ketawa sambil ngejekin si Tumor yg datang karena butuh bidan (alias gueπŸ™‰)

Betul aja, tanggal 6 Mei 2026 pagi-pagi dia udah datang ke rumah yg mana itu ga pernah terjadi sejak 5 bulan terakhir ini dan siangnya sekitar pukul 2 siang diapun melahirkan anak pertamanya. Yup, artinya ini persalinan Tumor ke-5! Walaupun sempat kesal melihat kelakuan menyebalkannya selama ini, tapi gue tetap gak tega, gue biarkan dia melahirkan di kotak yg sudah gue siapkan dan gue temani dan semangatin dia sampai anak keduanya lahir. Setelah itu gue meninggalkan dia dan tidur di kamar.

Sekitar pukul 5 sore, gue bangun dan mengecek kotak tempat dia melahirkan. Tapi, gue hanya melihat 4 ekor anak kucing tanpa dia disana. Gue bertanya ke emak gue, emak gue bilang dia di teras dan akhirnya gue menemukan si Tumor yg sedang duduk di depan teras hanya diam aja seolah sedang melamun. Gue heran, kenapa dia begitu??? Gue coba angkat badannya dan BETAPA SHOCK-NYA GUE⚠️ Banyak darah di daerah kemaluannya dan ada benjolan daging merah yg lumayan besar keluar dari sana. Gue bingung, panik, ga tau harus ngapain!!! Gue tanya ke emak gue si Tumor ini kenapa?!! Emak gue malah jauh lebih shock dari gue, emak gue kabur dan menjauh ogah ngelihat dia. Gue juga sebenarnya takut, tapi rasa kasihan gue meledak drastis sekaligus bingung harus ngapain. Setiap kucing gue sakit gue biasanya akan mencoba perlakuan yg bisa gue usahakan sendiri di rumah, tapi kalau kasus yg 1 ini cukup sangat mengerikan buat gue dan memang pertama kalinya gue tahu ini bisa terjadi sama kucing. Seumur hidup, gue emang pernah dengar istilah turun berok (turun peranakan) tapi ngelihat langsung contoh nyatanya ya baru pertama kali dan itupun gue baru tahu kalau kucing bisa turun berok juga. Btw istilah medis untuk kasus Tumor ini disebut prolaps uteri. Gue berusaha searching lagi di internet sambil mencoba mengelus-elus Tumor untuk menenangkannya. Diapun lebih tenang dan malah menyusukan anak-anaknya. Karena merasa darahnya terlalu banyak, aku memutuskan untuk membersihkan daerah pantatnya dengan air dan langsung mengeringkannya dengan hair dryer. Sambil dikeringkan, aku melihat Tumor semakin tenang sambil terus menyusui anak-anaknya. Di internet, aku lihat ada beberapa kasus seperti ini benjolan uterus itu bisa dimasukkan kembali, aku dengan sok jago berusaha mencoba memegang benjolan itu setelah sedikit membersihkan dengan cairan infus dan mengompres dengan es batu. Ya sudah ketebak, sudah pasti gagal dan aku hanya mencoba 1 kali dengan sangat pelan karena aku sendiri juga ngeri-ngeri sedap menyentuh benjolan alias uterusnya si Tumor itu.

Gue kira masalah hanya daging yg keluar itu doang, tapi gue perhatiin ada yg aneh dengan Tumor. Dia masih mengejan! Gue tambah khawatir, gue menduga masih ada anaknya yg belum bisa keluar. Setelah menyusui anaknya selama kurang lebih 1 jam, dia bangkit dan keluar dari kotaknya lalu pergi untuk minum dan keluar rumah. Gue biarin dia keluar rumah karena mengira dia mau pipis atau boker. Tapi ternyata dia tidak kembali sampai tanggal 7 siang hari dia akhirnya pulang dan duduk di teras rumah. Gue yg mengira dia sudah mati sangat bersyukur karena ternyata dia masih hidup. Soalnya sejak dia pergi dari rumah, gue udah wanti-wanti juga siapkan susu untuk anaknya dan betapa melelahkannya gue seharian itu 2 jam sekali ngasih anak-anaknya susu sampe begadang jam 2 dini hari.

Walaupun begitu, gue mencoba tetap bersyukur karena dia datang dan bisa menyusui anaknya lagi. Gue sempat menemukan beberapa kasus melalui medsos, ada orang yg bercerita kucingnya mengalami hal yg serupa dan benjolan itu bisa masuk kembali dengan sendirinya sehingga gue sempat berharap ada mujizat seperti itu terjadi pada Tumor juga. Tapi, itu tidak terjadi 😐 bahkan tidak mungkin terjadi. Gue sedih dan masih bingung harus apa. 1 harian gue mikirin Tumor, gue berpikir sebaiknya membawanya ke klinik dokter hewan. Tapi apalah daya, sore itu hujan turun deras dan rumah gue kalo hujan deras selalu kebanjiran.

Besoknya atau tanggal 8 gue mulai mencari informasi klinik dokter hewan, tapi karena ini kasus yg cukup berat dan gue tau tindakan yg dilakukan untuk Tumor sudah pasti operasi, gue jadi begitu banyak pikiran dan pertimbangan, ditambah sepertinya yg paling mengkhawatirkan kondisi Tumor di rumah hanyalah gue seorang yg merawatnya. Gue juga jadi stres sendiri. Seakan semua beban gue yg tanggung sendiri. Kemarinnya gue begadang ngurus anak Tumor. Besoknya sambil bersihin pantatnya, mengeringkan dia, melap kotoran-kotoran yg menempel di badannya, ngasih dia minum air dan susu bahkan membantu dia melahirkan anaknya yg ternyata masih belum keluar sejak tanggal 6 kemarin. Gue secara harfiah benar-benar jadi bidan sekaligus perawatnya. Setelah dia gue mandikan di bagian bawah tubuhnya yg udah kotor dan banyak belatung karena dia kemarinnya pergi keluar, gue benar-benar sedih dan mellow banget waktu ngelihat matanya yg kosong yg kemungkinan dia begitu karena menahan sakit. Disini pertahanan diri gue runtuh, gue sedih banget. Yg gue rasain saat itu seakan gue ngeliat dia sebagai anak perempuan gue yg sedang sakit karena melahirkan. Rada aneh ya?? Padahal gue sendiri belum pernah punya anak tapi bisa-bisanya gue merasa kayak gitu. Jadi, gue kasian sama dia bukan karena dia kucing yg pernah gue pelihara atau bonding karena gue suka kucing. Melainkan karena dia betina dan gue juga perempuan, kami punya jenis kelamin yg sama. Gue manusia dan kalo dipikir-pikir manusia juga masuk kingdom animalia—organnya yg sedang sakit yg dia punya, gue juga punya. Gue nangis di kamar mandi sambil membilas uterus yg keluar dari alat kelaminnya itu, sambil berdoa semoga gue membuat keputusan yg terbaik dan bisa membantu dia keluar dari rasa sakitnya.

Setelah selesai, gue keringin dia pake hairdryer. Entah karena hairdryer itu menghasilkan udara yg hangat dan merangsang dia atau kebetulan aja, dia mendadak mengejan lagi—yg kali ini lebih kuat dan seakan lebih bertenaga. Gue lihat ke arah lubang kelaminnya, terlihat ada yg keluar. Itu kepala anaknya yg sudah 2 hari tidak bisa dia keluarkan! Sembari menyemangati dia untuk mengejan, gue juga berusaha pelan-pelan menarik kepala anaknya mengikuti irama saat dia mengejan. Akhirnya berhasillah keluar anaknya dari sana tapi sudah dalam kondisi mati. Saat itu gue senang banget, gue kira hal yg paling kritis sudah terlalui. Gue bersihkan lagi badannya, lalu gue letakkan kembali bersama anak-anaknya. Dia menyusui lagi. Gue kubur anaknya yg mati tadi dan gue terlalu berpikir positif bahwa sepertinya gue ga terlalu perlu lagi pergi ke dokter (tolol banget gue kan, maafkeun diriqu yg hina ini yak!) Kesenangan yg gue rasakan tadi itu ternyata hanyalah hasil dari pemikiran bias gue semata, sampailah gue pada kenyataan yg sesungguhnya bahwa mengeluarkan mayat anaknya tadi tetap tidak menyelesaikan masalah. Gue terkejut banget ngelihat dia masih mengejan dan masih mengeluarkan cairan yg berbau tidak sedap dari alat kelaminnya. Yg paling membagongkan, kali ini benjolan yg tadinya hanya 1 kini bertambah menjadi 2! HIKS, GUE BENER-BENER MERASA SEPERTI SEDANG DIPERMAINKAN OLEH KEBODOHAN GUE SENDIRI.

Sambil membantu dia mengejan dengan mengurut-urut pelan perutnya, gue ikut lemas, saat itu gue tahu bahwa gue benar-benar ga bisa mengatasi ini sendirian. Lalu, keluar lagi gumpalan daging dari vaginanya. Awalnya gue kira itu janin ga berkembang tapi setelah diperhatikan itu lebih mirip plasenta yg tertinggal, mungkin itu plasenta dari anaknya yg mati di rahimnya tadi. Hujan turun deras lagi, rumah gue kebanjiran as always. 

Malamnya, gue lihat Tumor semakin lemas. Dia tidur doang bersama anak-anaknya dan ga keluar dari kotaknya, tapi cairan selalu keluar dari kelaminnya. Saat itu gue hanya bisa berbuat yg bisa gue perbuat, gue bersihin badannya, gue ganti alas tempat tidurnya dan gue letakin pembalut di bawah uterusnya yg keluar itu. Di hari itu gue 3 kali mandiin bagian bawah tubuhnya karena dia kotor banget kena cairan dari alat kelaminnya dan berbau tidak sedap. 

Besoknya–tanggal 9–setelah banyak pertimbangan, ketakutan dan keraguan, gue pergi ke klinik hewan. Jujur, awalnya gue takut dia mati kalo dioperasi karena beberapa pengalaman orang kucingnya mati setelah dioperasi. Tapi keputusan gue udah bulat untuk mengesampingkan resiko demi satu-satunya harapan dia bisa sembuh. Gue sampe ke klinik pukul 1 siang, Tumor diobservasi dokter dan akan disteril.


2 benjolannya yg lagi dibersihin ama dokter. Mukanya tegang, tapi dia cukup patuh dan diem aja seolah tau kalo mau diobatin. Hanya aja, waktu mau diinfus susah banget. Dia ditusukin jarum di kakinya 4 kali dan ga bisa-bisa juga.


Btw gue bawa dia ke klinik dengan kondisi gue sendiri belom makan dari pagi dan gue disuruh nunggu sampe jam 3 karena dokter yg mau operasi dokter yg lain. Tapi dokternya baru datang hampir jam 4 sore. Operasi dimulai jam 4 sore lebih dikit, setelahnya setengah jam kemudian gue dan temen gue pergi ke indoapril untuk beli makanan dan kembali menunggu. Di momen ini gue baru bisa makan karena seharian gue stres kepikiran nasib si Tumor.


Akhirnya operasi selesai jam 5.15 sore. Ini pertama kali gue melihat langsung di depan mata keadaan seekor hewan pascaoperasi, jadi gue ngerasa rada ngeri karena Tumor matanya terbuka tanpa berkedip dengan lidah melet. Dokterpun menjelaskan berbagai hal dan dari keterangan dokter sepertinya operasi berjalan dengan baik, dokternya sempat mengatakan kalau Tumor ini termasuk kucing yg punya tubuh yg kuat karena bisa dioperasi dengan keadaan anemia (disitu gue baru ingat kalau sejak melahirkan di tanggal 6 sampai dioperasi Tumor sama sekali tidak makan, hanya minum doang). Gue emang cukup sangat terlambat membawanya ke dokter, sori ya Tumor! πŸ™ 

Setelah menunggu sekitar 1 jam, Tumor perlahan sedikit demi sedikit sadar dari efek biusnya tapi masih belum bisa berkedip dan menarik lidahnya ke dalam mulutnya waktu gue bawa pulang dari klinik. Gue sampai di rumah sekitar jam 7 malam. Gue disuruh dokter untuk memastikan tubuhnya tetap hangat karena efek bius membuat tubuhnya merasa kedinginan. Setiap 1 jam gue buatin air hangat dan gue masukin ke wadah lalu gue letakin di tubuh Tumor. Mumpung dia belum sadar betul, gue lap sisa kotoran di badannya dengan air hangat dan gue keringin lagi pake hairdryer dengan suhu hangat. Gue pantau terus perkembangan kesadarannya, soalnya gue takut banget dia ga bisa bangun dari efek bius dan takut bekas luka jahitannya lepas. Sambil-sambil gue curi waktu untuk ngasih minum susu anak-anaknya yg udah berjam-jam ga minum sama sekali, soalnya orang rumah gue ga pernah ngurusin beginian, cuma gue emang yg terbiasa ngelakuin hal-hal kaya gini. Hadeuhh, ribet dah memang.. Tapi kalo bukan gue siapa lagi? Yasudahlah, mau gimana lagi.

Gue ga ingat jam berapa Tumor udah sadar total,  tapi di jam 1 pagi dini hari (tanggal 10) 1 anak Tumor mati. Langsung gue kubur dan setelahnya gue kasih si Tumor makan ikan karena dia udah sadar dan mulai cari-cari makanan. Di momen ini gue ngerasain 2 perasaan, senang sekaligus sedih. Senang karena Tumor udah membaik dan sedih karena anaknya mati. Gue pun tidur, dan bangun jam 6 pagi dan ngasih makan Tumor lagi. Per tgl 10 ini, 2 anak Tumor mati lagi. Sekarang tinggal tersisa 1 ekor. Hal yg ga disangka, waktu awal-awal pascaoperasi ASI Tumor kering, tapi mungkin karena 1 anaknya itu terus menstimulasi dengan ngisap puting induknya, ternyata ASI-nya jalan lagi. Gue seneng banget, itu artinya semakin besar harapan 1 ekor anaknya itu untuk hidup.

Yah itulah kisah dramatis si Tomorrow alias Tumor yg lumayan menguras emosi gue. Gue berharap setelah steril ini Tumor jahitannya cepat pulih, sehat dan panjang umur dan semoga kedepannya bisa jadi kucing rumahan yg berbudi pekerti, ga liar-liar lagi. Mudah-mudahan anaknya juga sehat dan dia mau terus nyusuin anaknya ga kayak yg sudah-sudah. Gue juga mau berterimakasih buat temen gue Banon yg udah mau nemenin gue dan meyakinkan gue untuk bawa Tumor untuk dioperasi.

Nih foto Tumor per 11 Mei 2026 bersama anak semata wayangnya sekarang:


Eh btw, karena deretan pengalaman ini, gue juga jadi berencana untuk pensiun melihara kucing, terutama kucing betina. Sumve, kena mental gue. Trauma asli. Gue kayaknya ga bakal mau lagi dah melihara kucing betina samsek. Sekarang di rumah gue tinggal 3 kucing; Tumor, Gosong dan anaknya Tumor. Gue akan rawat mereka tapi gamau dah gue nambah kucing. Takut gila gue. Udah ye, bye! πŸ’¨




November 9, 2025

secercah nasihat buat adik manis

udah bertahun-tahun ga nulis disini woee hahhahahah. hai semua! hari ini entah kenapa gue lagi banyak ide nulis, jadi daripada mubazir isi otak gue yg rada-rada ini hanya gue tuangkan di notes hp gw, mending sekalian gw copas kesini aja kali yee.. itung-itung nambah postingan dan kali aja tulisan gue bisa menginspirasi orang stres lain heheh.



eh btw kali ini gue mau nulis semacam petuah secara ga langsung gitu. ekhem, maklum sekarang gue udah jadi lansia sukses. kenapa gitu? karena gue udah menjalani kehidupan lansia sedini mungkin!!! cusss, ikuti pembahasan kakak lansia sukses nan imuet ini ya, adick adick...


semakin gue resapi, gue merasa konsep pernikahan adalah proses pembentukan diri manusia menjadi hamba Tuhan yg sabar, kuat dan setia. that's why menikah bukanlah tujuan tapi proses, proses yg berat dan menyakitkan buat manusia. [eh loh, terus kalo ga nikah ga bisa jadi sabar, kuat dan setia? ya bisa dong. secara garis besar, bedanya dengan yg menikah ya proses tersebut melibatkan pasangan]. makanya menurut gue, pernikahan akan menjadi sebuah masalah besar jika ada di antara kita yg belum menyadari ini, itu artinya dia melakukannya tanpa kesadaran/tidak ikhlas/tidak sukarela.


bayangkan, saat sampeyan memilih diri untuk "diubah" oleh seseorang atau sebuah keadaan dengan sadar dan sukarela, itu saja pasti sudah cukup berat untuk dijalani. contoh mudahnya, kalo sampeyan mau ngebentuk otot, badan sampeyan akan merasa sakit 'kan? tapi kalo sampeyan memang dengan sukarela & keinginan penuh untuk melakukannya, maka rasa sakit itu seakan lebih bisa sampeyan tahan dan jalani. terus kalo kita mau ngebentuk otot juga ada cara-caranya 'kan, itu dipelajari dulu 'kan—kaga asal-asalan gerakin badan berharap ototnya bisa terbentuk bagus.


nah, sama aja dengan pernikahan.. bagaimana jika sampeyan masuk ke dunia dimana itu adalah proses yg sejatinya akan "memaksa" sampeyan untuk mengubah aspek-aspek dalam diri sampeyan, segala pola pikir sampeyan, kebiasaan sampeyan dan berbagai macam hal lainnya yg pastinya TIDAK NYAMAN, ditambah pula sampeyan melakukannya dengan tidak sadar dan sukarela? pasti terasa seperti NERAKA JAHANAM!


nah, kalo manusia ini aja belum sadar akan keberadaan atau situasinya sendiri eh tapi tapi tapi dia ikut-ikutan orang—mau ikut merasakan pernikahan, terus pas dia jalani eh KOK? ya dia SHOCK LAH! gak sesuai ekspektasinya, karena dia DENGAN BERANINYA MEMUTUSKAN UNTUK MELAKUKAN HAL TANPA MENGETAHUI ARTI DARI PERBUATAN YG IA LAKUKAN TERSEBUT. dimana manusia ini belum sadar konsep pernikahan itu PROSES YANG TIDAK MUDAH & KADANG SANGAT MENYAKITKAN, namun malah membayangkan yg sebaliknya. lalu mungkin akan ada anomali yg berseru kurang lebih seperti ini, "kalo nunggu kita benar-benar 'siap', ga akan nikah-nikah!" kalo ada pembaca yg punya pemikiran begini, terserah sampeyan aja. gue paham kalo setiap orang punya kehendak dan pikiran bebas, juga bisa melakukan hal-hal bahkan yg buruk sekalipun. kakak udah lansia, berdebat dan memuaskan pikiran semua orang tidak masuk dalam wishlist kehidupan kakak yg singkat ini. tapi kalo boleh kakak menyarankan, setiap melangkah itu akan betapa eloknya jika dilakukan dengan kesadaran atau bahasa kerennya consciousness, begitu loh deekkk!


kalo diibaratkan tuh ini seperti ketika adik-adik mau ujian. yg udah mempersiapkan diri dengan matang aja mungkin masih bisa merasa kesulitan dan tetap punya kemungkinan gagal apalagi yg ga punya persiapan sama sekali? btw kalo adapun pengalaman kalean ngeliat temen ngakunya ga belajar tiba-tiba pas ujian dapet nilai bagus, itu antara dia boong atau isi kepalanya lagi error karena kebanyakan belajar sehingga lupa kalo dia udah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. maksud gue, OKE mungkin dia pas H-1 ujian memang kaga belajar, tapi di dalam seminggu itu 6 hari sebelumnya dia belajar terus WOIII atau bahkan dalam 1 tahun terakhir H-1 sebelum ujian itu adalah satu-satunya hari dimana dia bolos belajar!!!!! dan dia ga belajar di hari itu juga karena bukunya ketinggalan di laci sekolah!!!!!! HAHHH!!! (kok pembahasan soal yg ini jadi agak EMOSIONAL ya!? hmm kelakuan siapa neh!?)


lalu, setelah gue pikir-pikir ga ada satupun orang di dunia ini yg bisa kita pilih menjadi pasangan kita dimana dia itu bisa memenuhi semua kriteria/kemauan yg ada di kepala kita. manusia akan membanding-bandingkan pasangannya dengan orang lain kalau dia masih belum sadar akan konsep pernikahan tadi. mungkin itu juga alasan manusia berbuat hal-hal menyimpang atau menjadi pengkhianat dan menduakan pasangannya, karena manusia itu masih berusaha mencari yg paling menguntungkannya dan mengutamakan kenyamanan sesaat meski itu hanya kesenangan semu, padahal dia sudah menikah dan pernikahan konsepnya ga gitu woiii!!! hmm kadang sebodoh itu manusia (^^)


kalau sudah masuk ke dalam pernikahan, pemikiran seperti itu harus dibuang jauh-jauh. SELEKSI hanya bisa dilakukan saat kau belum berkomitmen. saat kau memutuskan untuk menikahinya, itu artinya kau siap untuk menghabiskan seluruh hidupmu diproses dan dibentuk Tuhan bersama-sama dengannya. kalau manusia tidak menyadari hal ini, maka dia akan dengan mudah hanya memandang kekurangan pasangannya dan mulai membanding-bandingkan, yg mungkin saja berujung pada perpisahan atau yg lebih buruk lagi PENGKHIANATAN. untung-untung kalau dia berkhianat saat dia belum masuk ke dunia pernikahan. walau tidak menjadikan itu lebih baik juga, tapi setidaknya dia bisa bertobat sebelum mengingkari janjinya di hadapan Tuhan. ehh tapi—hemmh auk ah... 


dan 1 hal yg perlu kita semua ingat, gak semua orang MAU DIBENTUK—karenanya menurutku MEMANG tidak semua orang layak untuk menikah terkecuali saat dia memilih untuk berubah atau bertobat, sadar akan arti dari pilihannya dan dengan sukarela mau menjalani proses yg panjang tersebut sampai maut menjemputnya.


yup, begitulah pembahasan dari kakak ya adik-adik. maapkeun kalo ada kata-kata yg ga jelas dan kedengaran sembrono, semoga ada manfaatnya wkwkkwk :D



November 7, 2023

this is for you.

...











“I think broken things have such a sad beauty. After years of stories and triumph and tragedy infused into them, they can be much more romantical than new things that haven’t lived at all.” Anne with an A.





PS: you're very beautiful!

October 2, 2022

(True vs False) Hope

This is the true hope. Follow this.



Your hope is not that God wills to keep you off from all suffering. Jeremiah 29:11 teaches that God wills to bring you through all suffering. Suffering is a reality for God's people in this fallen world, and God's people will not escape it.


But God in the middle of the suffering, "I promise to enable you to endure it." And God doesn't promise in His word that suffering will end in a short time, that's a false hopethat has let all kind of people stray. True hope God promises (is) your suffering will end in a long term.


"Your suffering will not have the last word. I have a good plan for you," God says. "And My good plan is guaranteed to prevailed in the end."


Most of us would like God to work out our problems by the end of the week, not the end of the century which is why these false prophets were so appealing then that's why prosperity teaching is so popular today. But it's NOT TRUE. It is a LIE. God's plan calls for patient and trust.

 

What God says is when suffering comes, sometimes suffering stays.


(David Platt)


September 20, 2022

hahaa :D

terkadang...
kamu menggigit orang
karena merasa bahagia.

jadi aku melakukannya. hahaa :D

April 14, 2020

Akhirnya nge-post juga...

Namaste!! :D

Semenjak libur gegara corona hidupku yg hampa terasa semakin hampa nichh hahahhaa.. Kupikir sudah berakhir tahun-tahun sialku dan sempat aku mengira tahun ini akan menjadi tahun yang jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Soalnya beberapa kali aku merasa seakan masalah2ku dipermudah, tapi ternyata SEBALIKNYA :D Sial, aku merasa dipermainkan wkwkwk sh*t :"


Aku merasa aku semakin tua dan mulai khawatir dengan masa depan. Semakin aku dewasa, semakin aku menyadari banyak hal, salah satunya sikap cuek dan apatis yang kumiliki. Sikap cuek & apatis itu perlahan luntur karena otakku mulai bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi selama ini di dalam diriku dan di lingkungan sekitarku, tentunya didapatkan melalui pengalaman. Walau orang lain mungkin tidak melihat banyak perbedaan yang signifikan, tapi aku sangat—sungguh merasakannya. Sikap cuek dan pengalaman itu berkolaborasi membuatku sedikit takut tapi tidak begitu mempedulikannya. Mungkin karena itu, akhir-akhir ini walaupun banyak masalah dan tekanan, aku merasa tenang dan berpikir mungkin semuanya baik-baik saja.

Hmmm untuk menyederhanakannya, itu seperti saat dimana kau memelihara kucing liar. Kau membiarkannya mendekatimu atau pergi menjauh darimu. Paham ga maksudnya? Masih rumit kayaknya... Wkwkkwk, intinya kau tidak punya ekspektasi apapun, tapi bukan berarti kau tidak menyukai kucing itu. Kau bisa saja menyukainya, tapi kau tidak berharap dia datang padamu. Dan poin pentingnya, kau bukan pesimis. Kau hanya tidak berekspektasi apapun. Kalau ia datang, kau akan menerimanya dan merawatnya. Kalau dia pergi, kau juga tak kecewa. Bahkan jika ia datang, lalu pergi lagi kau tidak bersedih. Karena apa? Karena kau tidak mengharapkan apapun! ¯\_(ツ)_/¯

Apa itu sudah cukup sederhana dan bisa dimengerti? Kalau tidak yasudahlah kita move on saja, lagian gak penting jugak untuk dimengerti hahahaha hmm...

Sudah hampir sebulan tak ada kegiatan. Aku tak bisa riset. Aku tak bisa bimbingan. Jadi aku memutuskan untuk bernapas aja. Yelah, apa lagi 😀 Corona datang di saat yang begitu mantap, saat aku di semester akhir dan banyak kondisi lain yang membuatku merasa timing kali ini begitu pas seakan mengintimidasiku.. Btw aku ngetik ini sambil denger suara dengkuran kucing peliharaanku, si Tutoy. Gilanya kumat. Abis makan tulang ayam, dia naik ke meja sambil mendengkur padahal gak lagi tidur. Hmm, tanda2 kemunafikannya mulai terlihat. Abis makan, sok acting sesak berak padahal pengen keluar rumah untuk pacaran ato sekedar jalan-jalan malam πŸ˜’ okee, aku bukakan pintu untukmu, tuan putri 😠 *otw pintu rumah*

Apa lagi yaa yg mau kutulissss??!!! Ooohhh!!! Corona ini ada hikmahnya bagiku. Aku yang kaum rebahan ini jadi merasa bangga dengan perilakuku ini. Orang2 pada stres gabisa keluar rumah, aku malah bisa berlindung di balik corona karena semakin bebas melakukan hobiku yang menyenangkan ini hohoho xD Aku bisa melakukan aktivitas2 pendukung hobiku ini, salah satunya menonton film. Sudah banyaaakk sekali film kutonton—yang tentunya kudownload.

Aku baru-baru ini jadi tertarik dengan film India. Selama ini entah kenapa aku menghindari film-film dari negeri lain selain film USA, Korea, China, Taiwan, Thailand dan Indonesia. Aku hanya mau menonton film-film dari negara2 itu saja. Yaa mungkin karena aku agak anggap sepele ato semacam antipati berlebihan deluan gitu. Tapi, sekarang aku jadi dibuat amazed sama film-film India :D Yaa belum banyak sih film India yang kutonton, tapi aku sangat merekomendasikan film "3 Idiots" dan "PK". Keduanya sungguh MANTULLL!!! Sangat layak ditonton dan kujamin tidak akan menyesal untuk menontonnya 😎

Aku spoiler dikitt laa, "3 Idiots" itu ceritanya tentang 3 orang laki2 bersahabat. Tapi sebenernya mereka bukan idiot lohh. Aku awalnya mikir, hmm pasti busuk nih filmnya ada idiot2nya, pasti komedi2 garing. Dan eng ing engggg, maloe lah ako dengan dirikoe sendiri, karena filmnya jauuh dari imajinasi murahankuu. Pokoknya film itu sungguh menarik, aku cuma spoiler gitu aja karena lebih baik kau segera menontonnya!!!

Sedangkan "PK", itu film yang baru kutonton hari ini—beberapa jam yang lalu. Dan sekali lagii, aku terkagum-kagum dengan bagaimana India membuatku begitu tercengang karena mereka ternyata menghasilkan film-film yang begitu keren. Astaga dragonnn, kenapa aku baru menemukannya sekaranggg πŸ’₯Ξ£(°Π΄°οΎ‰)οΎ‰ Film ini agak membuatku terhura. Aku akan mengutip beberapa kalimat yang membuatku begitu: "Dia bahkan tidak menoleh sekalipun. Mungkin dia ingin menyembunyikan air matanya. Dia sudah belajar banyak hal. Dia juga mengajarkan banyak hal. Dia sudah belajar berbohong. Apa yang dia ajarkan? Arti cinta sesungguhnya. He loved me enough to let me go."

Selain 2 film itu aku juga mau rekomendasiin film2 yang menurutku bagusss dan tidak kalah dengan 2 film yang kusebutkan tadi. "Coco" itu nama filmnya... Ini film animasi tentang keluarga yang sungguh membuatku meweekk. Wajib ditonton, biar kao mewek juga sepertikooo!!!

Aku juga sempat nonton film "When Harry Met Sally". Film lama sihhh, tapi itu bagus jugaa, tentang sahabat jadi cinta gitu, tapi awalnya sih benci dulu. Aku suka liat acting kedua pemeran utamanya, chemistry-nya terasa gituu. So kyuttt πŸ˜™

Terus film "Love Me If You Dare" kurekomendasiin juga dehh, walau aku pribadi sih ga terlalu suka yaa. Ini film Prancis. Sebenernya sih bukannya filmnya ga bagus, tapi gatau.. Ga begitu suka aja. Apa karena bahasanya ato memang ga cocok aja dengan filmnya. Hehe, tidak bermaksud apapun. Cuma aku yakin mungkin akan ada yang suka film ini. Kalo kau belum menontonnya, silakan tonton siapa tau kau tidak sepertiku yakann.. Karena aku lihat komentar2 orang positif tentang film ini dan mereka menganggap film ini bagus. Btw, aku juga jadi punya kesempatan mengetahui lagu yang indah sekali berkat film ini, yakni "La Vie en Rose". Aku paling suka versi Louis Armstrong. hehehe :))

Ohh iya, aku juga kemaren abis nonton film Taiwan yang bagus dan sangat menyentuh berjudul "Hear Me". Film ini genre-nya sih comedy romance, tapi yang bikin seolah2 ada irisan bawang merah nempel di mata itu adalah bagaimana kasih sayang seorang adik kepada kakaknya. Ada lucunya, ada sedihnya, ada senangnya pulaa. Bagusss pokoknya!!

Okelahh itu aja yakk. Bye bye πŸ‘‹

Ehh, penutupnya aku kasih foto si Tutoy dehh biar afdolll


beberapa hari yang lalu, di pagi yang barbar


Yuk maree!


March 23, 2019

Kesehatan adalah yg Nomor #1 :P

Halo halo hai hai haiiiii!!!
Lama daku tak bersuo disiko! *bener tak ye bahasane? entahlah, yg penting senang :D

Sudah setahun lebih aja gak nulis postingan. Dan aku juga sebenarnya tidak tahu mau menulis apa. Tapi hari ini rasanya aku lagi senang, jadi pengen nulis apaa gitu 😝

Aku gak tahu mau posting apa, pengalaman hidupku juga gitu-gitu aja. Tidak berkesan sama sekwaleh, makanya blogku jadi tidak terurus selama setahun :D Tapi, setelah aku pantau, postinganku yang Pengalaman Mengalami Granulasi banyak yang baca. Sepertinya banyak yang mengalami kasus serupa denganku.

Untuk kamu yang sedang membaca ini, aku sekedar mengingatkan kalo ga mau mengalami hal serupa atau setidaknya untuk mencegah terjadinya hal yang sama denganku di kemudian hari, maka jangan korek-korek telinga yaa!! Apalagi sampek ke dalam-dalam lubang telinga, jangan sampek!! Nanti kau menyesal hohoho 😳 Buat yang bingung mengapa aku bilang demikian, silakan dibaca postinganku di link atas #sekalian promo.

Sekedar curcol sekaligus siapa tahu lo yang sedang baca ini agak-agak penasaran gitu sama gue *iihh najis <- mungkin ini yg pertama yang terlintas di benak lo setelah membaca kalimat gue barusan. Tapi kalo dah telanjur baca di blog gue, harus dibaca secara runtut dan sampe habis lho karena jiwakoe yang melayang-layang akan menghantuimoe di malam hari hihihihi!!!!! 😈

Wakakkakakak, maap yee. Akhir-akhir ini akoe jadi lebih agresif. Hmmm. Kembali ke laptop! Gue semenjak semester 6 ini *uhuk* sering banget terserang virus/bakteri gituu.. Baru kena flu, sembuh, ehh kena flu lagi. Pulang kuliah, pas lagi kuliah, atau bahkan ga lagi kuliah juga sering gitu kena migrain. Belum lama ini juga kena radang tenggorokan. Hampir tiap malam badanku rasanya demam-demam gimana getoo.

Kata dokter mungkin karena kena angin malam, padahal aku anak rumahan yang berbudi pekerti. "Aku gak pernah kenak angin malam, Dok." Terus dokter bilang mungkin karena minum minuman dingin, lah aku hampir tidak pernah minum minuman dingin. Aku lebih suka yang hot. Apa? Apa yang sedang kau pikirkan 😏 Dan akhirnya dokternya berpesan agar daku banyak makan buah & sayur untuk meningkatkan kekebalan tubuhku. Dokternya nanya, "Mau kan makan buah dan sayur?" Akupun menjawab, "Ya, dok. Aku memang suka makan buah & sayur." Dokter hanya diam dan menulis resep. Dokternya kesal kali ya? Aku hanya jujur (?)😳


Hmmm, lantas kenapa tubuhku jadi rapuh begini??!!!! 😨

Apa karena aku rajin kali masuk kuliah ya? 😰 ups~ Memang 2 semester berturut-turut belakangan ini aku bawa mata kuliah SKS penuh yang itu artinya jadwalku vhadat. Aku juga sangat jarang bolos, karena semangat kuliahku tinggi! tapi begitu nyampe di kelas aku ngantuk.

Aku hanya bisa berdoa dan menunggu dan menjalani dan membiarkan dan mempasrahkan dan menunggu dan menjalani dan berdoa dan mempasrahkan dan membiarkan dan menjalani dan berdoa dan dan dan...!!! Semoga setelah semester ini selesai, aku lebih bisa berleha-leha, ah bukan, maksudku lebih bisa bernafas lega karena sisa SKS mata kuliah di semester berikutnya ga terlalu padat lagi sehingga aku gak kecapekan (seolah-olah daku mahasiswi aktif berprestasi bersahaja berwibawa ber ber berrr, padahal tidak)😴

Okelah, itu aja isi curhatanku yang tak berolahraga (karena berfaedah sudah terlalu mainstream). Semoga harimu menyenangkan. Jaga kesehatan, bye!! πŸ‘‹

Bonus: Foto kucingku yang baru sembuh dari sakit tenggorokannya akibat virus/bakteri juga. Obatnya antibiotik, cintah dan kasih sayangπŸ’•

January 30, 2018

Trying to be (better) person


The world isn't all sunshine & rainbows. Sometimes it's a very mean & nasty place.

And if you focus on the hurt, you'll just continue to suffer. But if you focus on the lesson, you'll continue to grow.

December 15, 2017

Today


Hey there!
I just want to remind you that no matter how messed up you think you are,
There will always be someone who loves you and thinks you are amazing ~

October 9, 2017

Something That Can't Be Expressed With Words



Aku ingin berterimakasih untuk segala hal yang kurasakan dalam hidupku.

Terkadang aku memang menyesali banyak hal. Tetapi kemudian aku tersadar dan berterimakasih kembali. Aku bersukacita dan sangat berterimakasih. Dan sekarang meskipun aku bersedih, sekali lagi--aku berterimakasih.

Banyak berkat yang diberikan Tuhan kepadaku, kebahagiaan yang tidak dapat kuungkapkan.

Tuhan mendengarkan doa-doaku.
Harapan itu sekarang sudah berubah menjadi kenyataan.

Aku ingin hidup dengan rasa syukur ini selamanya.

September 18, 2017

Years



Countless days have passed
I closed the door to my heart
and lived like a fool
All memories of love
were locked away in my heart



Even if you’re far away,
even if everything changes
My feelings aren’t affected by time,
they’re still right here



Even if we really can’t ever meet again
Even if everything changes
My heart won’t forget that smile
It stays the same

August 25, 2017

My body isn't my body  ̄︿ ̄


Aku pernah membaca sebuah kutipan yang mengatakan: "Kau harus selalu percaya dengan instingmu. Jika kau merasa ada yang salah, biasanya memang ada yang salah."

Lalu...
Bagaimana denganku???

Aku selalu merasa seperti ituuu! Sangat jarang bagiku untuk tidak merasakannya. Ini sangat jelas bahwa perasaan-perasaan yang kurasakan adalah perasaan yang aneh. Tapi ini tidak menutup kemungkinan bahwa naluriku juga demikian! Mempercayai insting memang seperti sedang memainkan sebuah perjudian.

Tetapi...
Meskipun aku memenangkan perjudian itu, Aku tetap merasakan ada yang salah.

Ini seperti naluri/insting itu tidak sejalan dengan perasaan-perasaanku.




HA HA HA HA HA HA HA πŸ‘»πŸ‘»πŸ‘»πŸ‘»



Aku ini sebenarnya kenapa???
Selalu saja mengatakan hal-hal yang tak berguna!



Oh syiet.. my brain is not my brain!
My heart is not my heart!
My hands are not my hands!
My body is not my body!!!!


July 31, 2017

This girl is on fire!!


Di dini hari yg merupakan hari terakhir di bulan julay ini, hawanya terasa panassss! Rasanya seperti api sedang berada di dalam jantungkuu, di hatikuu, di jiwakuu!! πŸ‘ΏπŸ’₯ Ingin sekalii kulampiaskan rasa panass iniiii


Aarrggghhhhh...
Bahkan bulu hidungku pun terasa seperti terbakarrr!!!

Benar2 brengseque, membuatkuu seperti iniiii!! Sungguh tega sekalee... teganya teganyaaaa. Aku sudah tak tahan lageee!! Sampai kapan?? Sampai kapan aku harus menunggu api ini padam. I must be crazy, oh holy sh#t 😲

Ini terasa seperti sebuah kutukann. Sungguh-sungguh membuatku menderita sepanjang hari... Kumohon berhentilah membuatku seperti ini... ✋😫

June 20, 2017

Siklus Baru~


Menurut lo dari gambar di atas gue mau ceritain apaan? Hmm.. gak perlu dijawab. Biar gue cerita sendiri.

Hari ini akhirnya keinginan gue kesampean juga untuk pergi ke perpustakaan kota. (Yang itu artinya ini kali pertama gue berkunjung ke sana wkwk). Btw, hanya karena gue ngebet ke perpus bukan berarti gue seorang koetoe boekoe loh ya. Sejujurnya gue malah gak terlalu suka membaca, karena gue mudah bosan dan susah konsentrasi. Gue hanya baca yang membuat gue penasaran dan tertarik aja.. Dan kalo gue udah tertarik sama sebuah buku atau bacaan, gue pasti akan berusaha untuk menyelesaikannya.

Pertama kali menginjakkan kaki di dalam ruangan perpus itu, aku agak terkejut. Ternyata ruangannya tidak seperti yang kubayangkan selama ini. Hmm, kalimatku barusan mungkin terdengar seperti mengisyaratkan suatu kebaikan atau keburukan. Tapi ini bukan tentang baik atau buruk, ini murni hanya tentang imajinasi dan kenyataan.

Setelah melalui proses pendaftaran menjadi anggota, aku dan temanku mulai mencari buku yang menarik. Dan dari awal, tujuanku ke perpustakaan itu adalah mencari buku mengenai psikologi. Dari kecil, aku memang tertarik dengan psikologi, walau tidak terlalu. Namun, akhir-akhir ini aku jadi semakin tertarik, dan ingin mempelajarinya lebih banyak melalui buku.

Lemari yang pertama kulewati...
Waa, lumayan banyak yaa bukunya. Ok, gapapa, santai aja nyarinya πŸ˜‰

Lemari yang ke-dua...
Belum ketemu juga, tapi aku masih baik-baik saja 😏

Lemari ke-tiga...
Sabar, hidup itu kuncinya sabar yakan. 😰

Lemari ke-empat...
Aku rasa aku ingin muntah 😡

Lemari ke-lima...
Seseorang, bantu aku menghancurkan semua buku-buku ini!!!! πŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘Ώ

Lemari demi lemari kulewati. Tujuanku untuk mencari buku tentang psikologi, tapi kalo begini terus, sebelum mendapatkan buku itu, justru psikisku yang jadi terganggu. 🐽

Yaudalah, akhirnya nyari buku yang banyak gambar-gambarnya biar terhibur sikit. Setelah dapat beberapa, aku duduk dan mulai membaca. Lama-kelamaan kepalaku jadi terasa pusing dan perutku jadi mual. Hmm, bukan karena bukunya kok.. ✋πŸ˜‡ Tapi karena udara di perpustakaan buruk (aku sensitif dengan debu dan udara yang kotor, karena itu aku tak terlalu suka ruangan ber-AC). Waah, ternyata yang dikatakan aktor di drama korea itu benar, setelah aku membuktikannya sendiri.

Akhir cerita, ujung-ujungnya buku yang kuinginkan tak kudapatkan. Padahal niatnya mau minjam supaya bisa baca-baca di rumah. Tapi yodalah, kapan-kapan lagi lah.. Mungkin hari ini aku belum berjodoh dengan buku itu 😌

Oh iyaa, terus foto di atas itu kuambil pas aku udah tepar gak semangat lagi baca buku. Udah pusing, lapar, hausss.. mau selfie, gak sesuai situasi kondisi... Yaudalah, foto gitu aja. Minimal sebagai kenang-kenangan, walau tak berfaedahπŸ˜—

Sekian ceritaku hari ini. Mana ceritamu?? Wkwkwkwkw



May 28, 2017

I love you, I’m sorry


I’ve crumbled down with the memories
And I looked around for a while
Then I realized a day has gone
I’m just praying like this

In my blackened, burnt and aching heart
The shaking wind blows through
I wonder if it’s you and I turn around


I couldn’t give you a hug
I couldn’t say thank you
So I’m just shedding tears like a fool

I’m calling out your sad name
I’m locked in my tears as I call out your name
I call out to you 'till I lose my voice, but there’s no answer
I’ll send my heart along with the wind
Please come to me... 
Come to me even if it’s in my dreams


A nail is driven in my heart so tears fall as I call out to you
Oh I‘m crying
I’m crying under the fallen sky

I love you, I’m sorry
Oh I‘m crying crying crying
I’m crying under the fallen sky


April 26, 2017

Don't Forget Me


I’m the fool that only loves you
If there’s only one person who loves you in this world
Then it’s me, remember it’s me
My heart is only for you

Don’t forget me even if I live for one second
Don’t forget me even if I live a thousand years
Please don’t forget me…

Heart will hurt and I will cry in pain
I hide my sad tears
I leave you without even saying I love you
It seems easier to leave because it is one side love
That’s why I’m leaving you
Goodbye… goodbye… goodbye…


I envy your cell phone so much
Because it’s by your side even now ~


March 31, 2017

Acceptance & Hope


aku belajar berbicara dengan keheningan yang ada di dalam diriku…

aku menyadari bahwa semua yang terjadi di dalam hidupku memiliki tujuan. bahwa tidak ada satupun dari itu semua yang merupakan kesalahan, dan tak ada pula yang hanya sebuah kebetulan. karena segala peristiwa adalah berkat pemberian Tuhan sebagai bahan pembelajaran.

pulih bukan berarti sakit itu tidak pernah ada, melainkan sakit itu tidak lagi bisa mengendalikan kita. :)

dan menerima adalah jawaban dari semua masalah. segalanya akan terjadi sebagaimana seharusnya itu terjadi. satu-satunya hal yang perlu kuperbuat adalah mengubah sikapku.

tiada seorangpun yang tidak berguna di dunia ini… aku menemukan harapan di hari-hari sedihku, aku akan berfokus pada kebahagiaan.

karena…
"kita semua adalah pengunjung di saat ini, di tempat ini. kita hanya lewat untuk mengamati, belajar, berkembang, mencintai… lalu, kembali ke rumah." (pepatah warga Australia Aborigin)


February 23, 2017

18+

sepanjang hari aku letih πŸ’€(wkwk)
kemarin… hari ini…
hari ini… besok… lusa…
huppth. 😌
tiap hari rasanya sama saja.

aku ingin pergi jauh dari tempat yang aneh ini.
aku ingin berlari ke padang rumput hijau nan luas dengan kaki telanjang.

kehidupan itu perjalanan yg panjang.
terkadang aku membutuhkan jeda.
jadi, biarkanlah aku istirahat sendirian disana sebentar.
sekalee ajaah...

aahh… jangan khawatirkan aku. 😏
aku akan baik-baik saja meskipun sendirian.
langit, rumput, dan bunga liar akan jadi temanku. πŸ‘

horee!!
aku akan pergi meninggalkan semuanya.
minggir kalian, beri aku jalan!

HAHAHAHHAAHAHAHHAHHAH!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...