In front of the person you love, your heart beats faster.
But in front of the person you like, you get happy.
In front of the person you love, winter seems like spring.
But in front of the person you like, winter it's just beautiful winter.
If you look into the eyes of the one you love, you blush.
But if you look into the eyes of the one you like, you smile.
In front of the person you love, you can't say everything on your mind.
But in front of the person you like, you can.
In front of the person you love, you tend to get shy.
But in front of the person you like, you can show your own self.
You can't look straight into the eyes of the one you love.
But you can always smile into the eyes of the one you like.
When the one you love is crying, you cry with them.
But when the one you like is crying, you end up comforting.
So if you stop liking a person you used to like, all you need to do is cover your ears.
But..
If you try to close your eyes, love turns into a drop of tear and remains in your heart.
Huaaah, gue binun harus mulai dari mana x_x
Ok, sekarang gue ingat.
Jadi begini, gue sekarang lagi menjalani masa liburan gue yg akan berlangsung lama. Sebagai murid yg ngefans berat sama 'libur', seharusnya sekarang gue lagi hepi secara ga perlu tertekan batin karena sekolah.
Anehh, tapi nyata. Kenapa? Karena gue jadi kangen sekolah!! Lebih tepatnya, gue kangen guru dan suasananya. Gila, benar-benar gila.
"Ngapain gue kangen mereka? Ga penting." Gue mencoba meresapi kalimat itu. Mencoba menyakinkan diri bahwa kangen sama mereka itu seharusnya tak pernah terjadi. Tapi ga bisa dipungkiri, bahwa gue emang kangen bangeett, qaqaa!! Huaaa, gue jadi galau. Sempat terpikir di benak gue, apa mungkin mereka nyantet gue?! Tapi buat apa? Ok, ga mungkin.
Gue kangen BERAAATT. Gue jadi depresi, mogok bicara, ngurung diri di kamar, ga makan, ga minum, ga mandi, ga ngepoop, gue jadi stres. Entah udah berapa kali pil-pil pahit ini melewati tenggorokan gue, tapi maut tak kunjung datang. gue bosan hidup kalo pada akhirnya gue ga bisa ketemu ama guru-guru gue lagii, gue pengen mati aja :'(
Perlu lo ketahui, bahwa tulisan yg diblok hijau itu hanya mendramatisir. Kena tipu deh lo. HAHA
Tau ga, saking kangennya gue ama guru-guru gue, gue jadi kurang kerjaan download foto-foto mereka, nyari akun fb mereka, bahkan nyari tau mereka ultahnya kapan dan zodiaknya apa x_x BENAR-BENAR KEPOOO!! Kebetulan, tangan gue lagi gatel pengen ngetik. nih tanggal lahir + zodiak guru-guru gue itu:
R. V. Lingga
11 Januari 1962
Zodiak: Capricorn
L. Tamba
17 Februari 1989
Zodiak: Aquarius
H. Sitohang
27 Februari 1976
Zodiak: Pisces
R. Mahulae
28 Februari 1973
Zodiak: Pisces
R. Manalu
3 Maret 1975
Zodiak: Pisces
T. Sianturi
30 Maret 1988
Zodiak: Aries
S. M. Pakpahan
5 April 1974
Zodiak: Aries
I. Simangunsong
14 April
Zodiak: Aries
P. Situmorang
3 Mei 1974
Zodiak: Taurus
R. Sidauruk
9 Mei
Zodiak: Taurus
E. M. Purba
12 Juli
Zodiak: Cancer
H. Sihite
12 November 1966
Zodiak: Scorpio
H. Sitanggang
29 November 1972
Zodiak: Sagitarius
B. Surbakti
12 Desember 1978
Zodiak: Sagitarius
Sisanya gue gak tauu.
Note: Sumpah pas gue nyari-nyari ultah mereka, gue ngakaak beuuddd. Gue jadi tau umur mereka berapa, siapa sama siapa yg zodiaknya sama, hahaha. Seru banget kan, qaqaa!! Kenapa ga dari dulu aja yak gue ngestalk mereka gini? Oon banget deh gue-_-
Moral value: For all my teachers, be careful with me! Because maybe I look stupid in your lessons, but I'm a professional stalker :p woakakakak. #sejakkapanginianjadinilaimoral?!
Gila banget kan gueee??! Emberrrr!! :D Tapi gue masih kangen merekaaa!!
SON: "Daddy, may I ask you a question?"
DAD: "Yeah sure, what is it?"
SON: "Daddy, how much do you make an hour?"
DAD: "That's none of your business. Why do you ask such a thing?"
SON: "I just want to know. Please tell me, how much do you make an hour?"
DAD: "If you must know, I make $100 an hour."
SON: "Oh! (With his head down).
SON: "Daddy, may I please borrow $50?"
The father was furious.
DAD: "If the only reason you asked that is omly for borrow some money to buy a silly toy or some other nonsense, then you march yourself straight to your room and go to bed! Think about why you are being so selfish! I work hard everyday for such this childish behavior!"
The little boy quietly went to his room and shut the door. The man sat down and started to get even angrier about the little boy's questions.
"How dare he ask such questions only to get some money?!"
After about an hour or so, the man had calmed down, and started to think. "Maybe there was something he really needed to buy with that $50 and he really didn't ask for money very often." The man went to the door of the little boy's room and opened the door.
DAD: "Are you asleep, son?"
SON: "No daddy, I'm awake".
DAD: "I've been thinking, maybe I was too hard on you earlier. It's been a long day and I took out my aggravation on you. Here's the $50 you asked for."
The little boy sat straight up, smiling.
SON: "Oh, thank you daddy!" then he reaches under his pillow he pulled out some crumpled up bills. The man saw that the boy already had money, started to get angry again. The little boy slowly counted out his money, and then looked up at his father.
DAD: "Why do you want more money if you already have some?!"
SON: "Because I didn't have enough, but now I do.. Daddy, I have $100 now. Can I buy an hour of your time? Please come home early tomorrow. I would like to have dinner with you."
The father was crushed. He put his arms around his little son, and he begged for his forgiveness. It's just a short reminder to all of you working so hard in life. We should not let time slip through our fingers without having spent some time with those who really matter to us, those close to our hearts. Do remember to share that $100 worth of your time with someone you love? If we die tomorrow, the company that we are working for could easily replace us in a matter of days. But the family and friends we leave behind will feel the loss for the rest of their lives. And come to think of it, we pour ourselves more into work than to our family.
Some things are more important.
Police: Where do you live?
Rose : With my parents.
Police: Where does your parents live?
Rose : With me.
Police: Where do you all live?
Rose: Together.
Police: Where is your house?
Rose: Next to my neighbours house.
Police: Where is your neighbour’s house?
Rose: If I tell you, you won’t believe me.
Police: Just tell me!
Rose: Next to my house :D
Death: "My Friend, today is your last day."
Guy: "But i'm not ready!"
Death: "Well your name is the next on my list...".
Guy: "Okay, why don't you take a seat and I will get you something to eat before we go?"
Death: "All right.. "
The Guy gave Death some food with sleeping pills in it.
Death finished eating and fell into a deep sleep.
The Guy took the list & removed his name from top of the list and put into the bottom of the list.
When Death woke up he said to the Guy, "Because you have been so very nice to me, I will start from the BOTTOM of the list!"
Moral value:
Whatever is written in your destiny... Will never change no matter how much u try.
Trust me, you are the one,
Whom my eyes seek,
Whom my heart finds,
Whom my destiny wants,
Whom my mind reminds me of,
Whom my life I’ll sold,
Whom I really depend on,
Whom I wake up for each and every morning,
Whom I love more than anything,
More than anyone, and...
I will do whatever it takes to have you
In my arms forever...♥♥♥
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
"Ayo kesini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi" jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya"
"Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang, tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu"
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi" kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu" jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" pinta anak lelaki itu.
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu" kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi denganku" kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuh ku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah"
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku, aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu" kata pohon apel itu.
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu" jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat" kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu" jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini" kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang. Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu" kata anak lelakiitu.
"Oh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang"
Anak lelaki itu berbaring dipelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan airmatanya.
Tahukah kalian ???
Pohon apel itu adalah ORANG TUA kita!! Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Pesan Moral :Jadilah anak yang baik, anak yang baik dan berbakti kepada orang tuamu. Dan jadilah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya.