Di peternakan bebek ada 25 bebek betina & 1 bebek jantan tapi sudah tua dan sudah lewat masa produktifnya, maka pemilik peternakan membeli 1 lagi bebek jantan yg masih muda. Hal ini membuat si bebek tua tersaingi.
Bebek Tua : "Hei, kamu jangan serakah ya! Kan bebek betina ada 25, kamu boleh ambil 15 ekor sedangkan aku 10 ekor."
Bebek Muda : "Gak bisa! Kau sudah tua & loyo. Pokoknya semua buat aku!!"
Bebek Tua : "Kalau begitu kita lomba saja. Siapa yg menang boleh ambil semua bebek betina yg ada disini."
Bebek Muda: "Boleh, mau lomba apa?"
Bebek Tua : "Lari 100 meter! Dan karena aku sudah tua, aku minta untuk lari dulu 15 meter di depanmu. Gimana?"
Bebek Muda : "Oke."
Lomba lari pun dimulai..
Bebek tua lari dulu 15 meter kemudaian bebek muda lari menyusul. Saat hampir menyusul bebek tua, tiba2 si bebek muda menggelepar & mati sekarat karena disambit oleh si pemilik peternakan bebek.
Sambil memungut bebek muda tadi si pemilik menggerutu, "SIALAN!! Ini bebek muda HOMO ke-10 yg gue beli bulan ini. Bukannya ngejar betina, MALAH NGEJAR BEBEK TUA!!"
Bebek Tua : "Ɨƚɑ̈ɑ̈Ɨƚɑ̈ɑ̈Ɨƚɑ̈ɑ̈, rasain lo! Senior kok dilawan"
(1) Basuh HATI dan PIKIRAN dengan "DOA" dan "FIRMAN" setiap pagi hari.
(2) Oles krim "SYUKUR", sebelum dan sesudah melakukan aktifitas.
(3) Minum jus "SENYUMAN MURNI" sebanyak mungkin sepanjang hari.
(4) Makan nasi "KETULUSAN" dan sayur "KEJUJURAN", juga buah "ROH"
(5) Hindari gorengan "NEGATIVE THINKING"
(6) Nikmati cemilan "CANDA dan TAWA"
(7) Oles krim DOA MALAM dengan "PUJIAN dan PENYEMBAHAN ..."
Percayalah semua itu tanpa "EFEK SAMPING"
"Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu."
"TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka."
"Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya."
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang
menaruh harapannya pada TUHAN.
Happy New Year!!
Happy New Year!!
Happy New Year!!
Goodbye 2013, welcome 2014!! This is the first page of chapter 2014 :)) And this is also my first post on 2014, hehe. I hope this year will be better. Semoga impian yg belum kesampaian di tahun 2013 bisa terwujud di tahun 2014 ini.
Semoga di tahun yg baru ini kita semua menjadi pribadi yg lebih baik lagi ke depannya. Amin. Tuhan memberkati o:)

Pada suatu masa, di sebuah desa, seorang ibu sedang menunggu kedatangannya puterinya yang bekerja. Ibu itu adalah seorang wanita yang telah kehilangan suaminya sakit bertahun-tahun yang lalu. Pendapatan keluarga hanya didapat dari anak perempuannya yang bekerja di kota dan pulang setiap akhir pekan. Sekalipun putrinya bekerja, kehidupan ekonomi mereka tak kunjung membaik.
Saat malam akan menjelang, puterinya tiba di rumah dengan wajah yang sangat lelah dan tampak gusar. Melihat wajah yang tidak biasa itu, sang ibu menanyakan kepada putrinya.
"Anakku, ada apa? Mengapa wajahmu tampak sedih dan gusar?" tanya si ibu.
Anak perempuan itu menghela napas panjang lalu mengatakan, "Ibu, aku lelah sekali. Aku tidak habis pikir mengapa hidupku sangat malang. Aku selalu bekerja keras, selalu menunjukkan apa yang aku bisa, aku bahkan selalu mengorbankan banyak hal untuk pekerjaanku. Tetapi tidak ada yang memuji pekerjaanku, mereka bahkan sering mengejek dan mengatakan aku tidak akan bisa mencapai hasil terbaik dalam pekerjaanku," dua tetes air mata mengalir di pipi anak perempuan itu.
Sang ibu mengusap rambut anak perempuannya dengan sayang. "Anakku, jangan pernah mengharap orang lain untuk selalu memuji apa yang sedang engkau kerjakan."
"Maksud ibu?" tanya sang anak tak mengerti.
"Coba kau lihat bunga sepatu yang tumbuh di halaman belakang rumah kita. Dulu, saat kau masih kecil, tidak ada yang menanam pohon bunga sepatu di sana, dia tiba-tiba tumbuh dan semua orang membiarkannya tumbuh tanpa memberi pupuk atau menyiram." ujar si ibu.
Anak perempuannya hanya mendengarkan.
"Tidak ada yang peduli pada bunga sepatu itu, hingga pada masa dia berbunga, semua orang akan mengagumi betapa indah kelopak-kelopaknya. Bahkan tidak sedikit yang berebut untuk memetiknya," lanjut si ibu sambil tersenyum. "Anakku, orang lain mungkin tidak peduli dengan apa yang kamu kerjakan sekarang, tetapi jangan menyerah dan selalu berikan yang terbaik, seperti yang dilakukan bunga sepatu. Dia selalu bersabar dan memberikan yang terbaik sekalipun orang-orang tidak peduli padanya."
Anak perempuan itu langsung memeluk ibunya sambil menangis karena telah merasa keliru dan menyesal telah menangisi kesabaran dan kerja keras yang sudah dia lakukan. "Aku berjanji akan memberikan yang terbaik," ujarnya.
Sekalipun banyak hal yang menjadi penghalang dalam pencapaian usaha kita, kita tidak boleh menyerah begitu saja. Selalu berikan yang terbaik, maka suatu saat, akan banyak orang yang melihat betapa indah hasil kerja keras kita, seperti kelopak bunga sepatu yang cantik. Kelopak yang mekar sekalipun tidak ada yang peduli dengannya.
The relationship between pencil and eraser
Pencil: I’m sorry….
Eraser: For what? You didn’t do anything wrong.
Pencil: I’m sorry cos you get hurt because of me. Whenever I made a mistake, you’re always there to erase it. But as I make my mistakes, you lose a part of yourself. You get smaller and smaller each time.
Eraser: That’s true. But I don’t really mind. You see, I was made to do this. I was made to help you whenever you do something wrong. Even though one day, I know I’ll be gone and you’ll replace me with a new one. I’m actually happy with my job.. So please, stop worrying. I hate seeing you sad.
This conversation between the pencil and the eraser very inspirational.
Parents are like the eraser whereas their children are the pencil.
They’re always there for their children, cleaning up their mistakes. Sometimes along the way.. They get hurt, and become smaller (older, and eventually pass on). Though their children will eventually find someone new (spouse), but parents are still happy with what they do for their children, and will always hate seeing their precious ones worrying or sad.
This is for all parents out there…

Anak-Ku yang terkasih,
Aku mendengar jeritanmu kemarin malam. Aku berada di kegelapan dalam
dirimu, ketika air matamu mengalir di wajahmu dan hatimu remuk.
Apakah kau mengira Aku tidak melihatnya dan tidak peduli terhadapmu?
Apakah kamu mengira bahwa Aku tidak tahu betapa lelah, letih dan lesu kamu sesungguhnya?
Anak-Ku, Aku selalu berada bersamamu, ketika kepahitan hidup sedang
menghantammu secara bertubi-tubi... Aku mengamati, ketika kamu menangani
semua derita dan kesakitan.
Namun kini kamu letih dan lesu, Aku dapat melihat semangatmu yang patah, juga pengharapan dan impianmu yang semakin sirna.
Ingatlah bahwa Aku penuh dengan kepedulian. Sentuhan-Ku dan
kepedulian-Ku dapat menyembuhkan hatimu yang remuk redam, dan
meghidupkan api pengharapan sekali lagi dalam dirimu. Biarkanlah aku
mengasihimu. Runtuhkanlah penghalang-penghalang di sekeliling hatimu dan
sandarkanlah dirimu kepada-Ku.
Aku tidak akan lelah dan letih lesu dan aku memiliki cukup kekuatan untuk menolongmu, bila kamu membutuhkannya.
Kamu tidak pernah sendirian, karena Aku adalah sahabatmu dan Aku tidak akan pernah sedetikpun meninggalkanmu seorang diri.
Sahabatmu,
YESUS.
I am the kind of girl who doesn’t wear her heart on her sleeve.
I am the kind of girl who doesn’t get carried away by a man with macho looks and who is surrounded by girls all the time.
I am born for someone special.
I am born for that one in a million kind of a man who can charm me with just one soulful look.
Someone who can look deep into my eyes and say
That I am the girl with whom he wants to spend the rest of his life.
Someone who can hold my hand and say
That he will never give up on me no matter what comes up in our life.
He will be the man who will respect me for my ethics and values and love me soulfully.
He will be the one who is the other half of me and who will keep me close to the heart even through sticks and shivers when I am old.
My dream is yet to come true
And I am not disheartened because I know
That one day I will mean the world to someone.
Someone who is just mine.
He will be the one who deserves me.
I am waiting because I know that I deserve the best.
I want love that lasts a lifetime...